Yang Allah Kehendaki

YANG ALLAH KEHENDAKI

“Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” 1 Korintus 4:1,2.

“Tuhan tidak mengunci perbendaharaan surga setelah mencurahkan Roh-Nya ke atas para murid yang mula-mula. Kita, juga, dapat menerima kepenuhan berkat-Nya. Surga penuh dengan harta kasih karunia-Nya, dan mereka yang datang kepada Tuhan dengan iman dapat mengklaim semua yang telah Dia janjikan. Jika kita tidak memiliki kuasa-Nya, itu adalah kelesuan rohani kita, ketidakpedulian kita, kelambanan kita. Mari kita keluar dari formalitas dan kematian ini.
“Ada pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk saat ini, dan tidak setengahnya pun kita menyadari tentang apa yang Tuhan sedia lakukan untuk umat-Nya. Kita membicarakan tentang pekabaran malaikat pertama, dan pekabaran malaikat kedua, dan kita pun berpikir kita memiliki pemahaman tentang pekabaran malaikat ketiga; tetapi, kita tidak boleh puas dengan pengetahuan kita saat ini. Permohonan-permohonan kita, yang dengan iman dan penyesalan akan dosa, harus dinaikkan ke hadirat Tuhan, agar kita menerima pemahaman tentang misteri yang hendak Tuhan beritahukan kepada orang-orang kudus-Nya. –Ye Shall Receive Power, hal. 23.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah artinya menjadi hamba yang setia?
Apakah kita perlu menerima hujan awal dan hujan akhir secara pribadi dan sebagai satu jemaat?
Apakah kita menyadari pekerjaan apa yang perlu kita lakukan?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×