Terus-Menerus Menyerahkan Kehendak Kita Kepada Kehendak Tuhan

5 Oktober 2022

TERUS-MENERUS MENYERAHKAN KEHENDAK KITA KEPADA KEHENDAK TUHAN

Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku. Mazmur 40:8.

“Kehidupan Kristen adalah pertempuran dan perjalanan yang panjang. Namun kemenangan yang akan diperoleh tidak dimenangkan oleh kekuatan manusia. Medan konfliknya adalah wilayah hati. Pertempuran yang harus kita perjuangkan, yakni pertempuran terbesar yang pernah diperjuangkan manusia, adalah penyerahan diri pada kehendak Tuhan, dan penyerahan hati pada kedaulatan kasih. Sifat lama, yang lahir dari darah dan keinginan daging, tidak dapat mewarisi kerajaan Allah. Kecenderungan turun-temurun, kebiasaan lama, harus ditinggalkan.” –Thoughts from the Mount of Blessing, hal. 141.

“Ada pekerjaan nyata yang harus dikerjakan di dalam diri kita. Kita harus terus-menerus menyerahkan kehendak kita kepada kehendak Tuhan, dan jalan kita kepada jalan Tuhan. Ide-ide aneh kita akan terus berjuang untuk unggul, tetapi kita harus menjadikan Tuhan sebagai segala-galanya. Kita tidak bebas dari kegagalan umat manusia, tetapi kita harus terus-menerus berusaha untuk terbebas dari kegagalan ini, bukan untuk menjadi sempurna di mata kita sendiri, tetapi sempurna dalam setiap pekerjaan yang baik. Kita tidak boleh berdiam di sisi yang gelap. Jiwa kita tidak boleh tinggal diam pada kekuatan diri sendiri, melainkan di dalam Dia yang adalah segala-galanya.

“Dengan memandang kemuliaan Tuhan seperti memandang cermin, kita pun diubahkan menjadi serupa dengan-Nya, dari kemuliaan kepada kemuliaan, oleh kuasa Roh Tuhan. Kita berharap terlalu sedikit, dan kita pun menerima sesuai dengan iman kita.” –The Upward Look, hal. 218.

“Pekerjaan memperoleh keselamatan adalah pekerjaan kemitraan, yakni yang dikerjakan bersama. Harus ada kerjasama antara Allah dan orang berdosa yang mau bertobat. Hal ini diperlukan untuk pembentukan prinsip-prinsip yang benar dalam tabiat. Manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengatasi apapun yang menghalanginya untuk mencapai kesempurnaan. Meskipun, untuk meraih keberhasilannya, manusia harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.” –The Acts Of Apostles, hal. 482.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×