“Siapakah yang akan KU-utus?”

“SIAPAKAH YANG AKAN KU-UTUS?”

“Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.” Kisah 16:9,10.

“Di antara orang-orang yang mengaku Kristen saat ini, terdapat kekurangan rasa simpati yang mengkhawatirkan, padahal rasa simpati ini harus dirasakannya terhadap jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Kecuali bila hati kita berdegup serentak dengan hati Kristus, maka bagaimana mungkin kita dapat memahami kesucian dan pentingnya pekerjaan yang mana kita telah dipanggil dengan kata-kata: “Jaga … jiwa-jiwa, karena mereka yang harus memberi pertanggungjawaban”? Yang dimaksudkan ini ialah tentang tugas orang Kristen. Suara kita barangkali saja masih terdengar, tetapi apakah kita merasakan kerinduan hati Kristus yang lembut bagi jiwa-jiwa? …
“Dari segenap negeri, seruan Makedonia itu masih terdengar:” Kemarilah … dan bantu kami. ” Tuhan telah membuka ladang di hadapan kita, dan jika agen manusia mau bekerja sama dengan agen ilahi, maka terdapat banyak dan lebih banyak lagi jiwa yang akan dimenangkan pada kebenaran. Tetapi sayangnya, orang-orang yang mengaku nama Tuhan malah sedang tertidur sementara mengerjakan pekerjaan yang telah ditentukan bagi mereka itu, dan di banyak tempat, banyak jiwa yang belum terjangkau. Tuhan telah mengirimkan pekabaran demi pekabaran untuk membangkitkan umat kita untuk melakukan sesuatu, dan kita harus melakukannya sekarang. Tetapi, terhadap panggilan, “Siapa yang harus Ku-utus?” hanya sedikit yang menjawab, “Ini aku Tuhan; utuslah aku.” Yesaya 6:8.
“Bilamana celaan kelambanan dan kemalasan telah tersapu dari jemaat, barulah Roh Tuhan akan dinyatakan dengan limpahnya.
“Malaikat-malaikat surgawi telah lama menunggu agen-agen manusia ini — yakni para anggota gereja — untuk bekerja sama dengan mereka dalam pekerjaan besar yang harus diselesaikan itu. Mereka sedang menunggumu. Sungguh luas ladangnya, sungguh sempurna rancangannya, sehingga setiap hati yang telah disucikan akan didorong untuk melayani sebagai alat kekuatan ilahi. –Testimony Treasures, jilid, 3, hal. 307, 308.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah saya menerima panggilan “Siapakah yang akan Ku-utus? Secara pribadi, apakah jawaban saya?
Kapankah kuasa Roh Kudus Allah itu akan dinyatakan dengan berlimpahnya dalam kita? Apakah yang ada di dalam diri kita dan dalam jemaat, yang harus dicabut hingga ke akarnya?
Bersama siapakah kita perlu bekerja sama dan bagaimana kita dapat melakukannya? Apakah artinya memiliki hati yang disucikan?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×