Renungan Harian

KETAHUILAH BAHWA PADA HARI-HARI TERAKHIR…

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah…” 2 Timotius 3:1-4.
“Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.” 2 Petrus 3:3

“Dengan cepat dan pasti, kesalahan yang hampir universal atas penduduk kota-kota karena meningkatnya kejahatan yang ditentukan secara terus menerus sedang mendekat. Kita hidup di tengah-tengah ‘epidemi kejahatan,’ di mana orang-orang yang bijaksana dan takut akan Tuhan berdiri tercengang. Kemerosotan moral yang terjadi, berada di luar kemampuan pena manusia untuk menggambarkannya. Setiap hari membawa pengungkapan baru dari perselisihan politik, penyuapan, dan penipuan; setiap hari membawa catatan yang memuakkan tentang kekerasan dan pelanggaran hukum, ketidakpedulian terhadap penderitaan manusia; kehancuran kehidupan manusia yang brutal dan kejam. Tiap-tiap hari menjadi saksi atas peningkatan kegilaan, pembunuhan, dan bunuh diri.” -Testimony Treasures, jilid 3, hal. 326.

Pertanyaan untuk direnungkan:
Pada hari-hari terakhir, dapatkah kita mengenali kenyataan yang kontras antara orang-orang yang “cinta dirinya sendiri, dan cinta akan uang mereka… dan lain sebagainya,” yang hidup dalam kemerosotan moral yang sepenuhnya, dengan orang-orang benar yang akan menerima ukuran penuh Roh Kudus sebagai “Hujan Akhir” dan yang akan bersinar memantulkan kesempurnaan kebenaran Kristus sebagai karunia rohani dari Kristus?
Pihak mana yang akan kita pilih?
Dapatkah kita diselamatkan, bila kita lebih menyukai dan terus memilih untuk tetap berada di tengah kondisi suam rohani?

Bila memiliki pertanyaan, jangan tunda lagi, silahkah tanyakan dalam kolom komentar di bawah ini.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×