Rahasia Kuasa

12 Januari 2023

Rahasia Kuasa

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Mazmur 119:9.

Penting bagi kita untuk memperlakukan Alkitab sebagai buku petunjuk moral yang baik, untuk dapat diperhatikan sejauh sesuai dengan semangat zaman dan posisi kita di dunia; penting juga untuk menganggapnya sebagaimana adanya—yakni sebagai Firman dari Allah yang hidup, Firman yang adalah hayat kita, Firman yang membentuk perbuatan kita, perkataan kita, dan pikiran kita. Sekedar mengaku memegang Firman Allah namun kurang dari ini berarti menolaknya.

Firman Allah adalah pendeteksi tabiat, dan penguji motif. Kita harus membaca Firman ini dengan hati dan pikiran terbuka untuk menerima kesan yang akan Allah berikan. Kita tidak boleh berpikir bahwa pembacaan Firman dapat mencapai apa yang hanya dapat dicapai oleh Dia yang diungkapkan oleh Firman, yang berdiri di belakang Firman. Beberapa orang berada dalam bahaya tergesa-gesa pada kesimpulan bahwa karena mereka berpegang teguh pada ajaran kebenaran, maka mereka sebenarnya memiliki berkat-berkat yang dinyatakan oleh ajaran ini akan datang kepada penerima kebenaran. Banyak yang menyimpan kebenaran di pelataran luar hati mereka. Prinsip-prinsip kudusnya tidak memiliki pengaruh yang mengendalikan atas kata-kata, pikiran, dan perbuatan.

Di hari kejahatan yang berbahaya ini, ketika godaan untuk kejahatan dan kemerosotan ada di mana-mana, maka hendaklah seruan yang sungguh-sungguh dan sepenuh hati ini dinaikkan ke surga: “Dengan apa seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?” Dan semoga telinganya terbuka dan hatinya condong untuk mematuhi petunjuk yang diberikan dalam jawaban: “Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” Satu-satunya keamanan bagi kaum muda di zaman penuh polusi sekarang ini adalah dengan menjadikan Tuhan sebagai tempat kepercayaan mereka. Tanpa bantuan ilahi, mereka tidak akan mampu mengendalikan nafsu dan selera manusia. Di dalam Kristus adalah bantuan yang sangat dibutuhkan.

Kebenaran harus mencapai relung jiwa yang paling dalam, dan membersihkan segala sesuatu yang tidak seperti roh Kristus, dan kekosongan itu diisi oleh sifat-sifat tabiat-Nya yang murni dan suci dan tidak tercemar, agar semua mata air hati bisa menjadi seperti bunga, yang harum semerbak, sebagai aroma yang harum, aroma kehidupan untuk kehidupan. –The Faith I Live By, hal. 18

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×