Pertobatan Membawa Kepada Penurutan

8 Agustus 2022

PERTOBATAN MEMBAWA KEPADA PENURUTAN

Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu. Ulangan 10:12, 13.

Pertobatan jiwa manusia tidak sedikit konsekuensinya. Ini adalah mukjizat terbesar yang dilakukan oleh kekuatan ilahi. Hasil nyata ini haanya dapat dicapai melalui kepercayaan kepada Kristus sebagai Juruselamat pribadi. Disucikan oleh ketaatan kepada hukum Allah, disucikan oleh ketaatan yang sempurna pada hari Sabat-Nya yang kudus, dengan percaya, beriman, dengan sabar menunggu, dan dengan sungguh-sungguh mengerjakan keselamatan kita sendiri dengan takut dan gentar, kita akan belajar bahwa Allahlah yang bekerja di dalam kita atas kehendak dan perbuatan kita seturut kehendak-Nya.–Evangelism, hal. 289.

Dalam kelahiran baru, hati diselaraskan dengan Allah, sebagaimana hati diselaraskan dengan hukum-Nya. Ketika perubahan besar ini terjadi dalam diri orang berdosa, dia telah berpindah dari kematian ke kehidupan, dari dosa ke kekudusan, dari pelanggaran dan pemberontakan ke ketaatan dan kesetiaan. Kehidupan lama keterasingan dari Tuhan telah berakhir; kehidupan baru rekonsiliasi, iman dan cinta, telah dimulai. Kemudian “kebenaran hukum Taurat” akan “digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.” Roma 8:4. Dan bahasa jiwa akan menjadi: ‘Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.’ Mazmur 119:97.

“ ‘Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.’ Mazmur 19:8. Tanpa hukum, manusia tidak memiliki konsep yang adil tentang kemurnian dan kekudusan Allah atau tentang kesalahan dan kenajisan mereka sendiri. Mereka tidak memiliki keinsafan sejati akan dosa dan merasa tidak perlu pertobatan. Bila tidak melihat keadaan mereka yang terhilang sebagai pelanggar hukum Allah, mereka akan tidak menyadari kebutuhan mereka akan darah penebusan Kristus. Harapan keselamatan diterima tanpa perubahan hati yang sepenuhnya dan tanpa pembaharuan dalam hidup.” –The Great Controversy, hal. 468.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×