Penurutan adalah Buah Iman dan Kasih

PENURUTAN ADALAH BUAH IMAN DAN KASIH

“Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.” 1 Yohanes 2:4.

“Ada orang-orang yang mengaku suci, yang mengaku diri mereka sebagai milik Tuhan sepenuhnya, yang menuntut hak atas janji-janji Allah, sambil menolak untuk memberikan penurutan kepada hukum-hukum-Nya. Pelanggar-pelanggar hukum ini menuntut segala sesuatu yang dijanjikan kepada anak-anak Allah; tetapi anggapan ini adalah anggapan sepihak mereka, karena Yohanes menyatakan kepada kita bahwa kasih yang benar bagi Allah akan dinyatakan dalam penurutan pada segala hukum-Nya. Tidak cukup untuk sekedar percaya teori kebenaran, dan mengaku memiliki iman kepada Kristus, sekedar percaya bahwa Yesus bukanlah penipu, dan bahwa agama dari Kitab Suci bukanlah dongeng yang menyesatkan. ‘Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya,’ Yohanes wrote, ‘ia adalah seorang pendusta, dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.’ ‘Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia.’ 1 Yohanes 2:4, 5; 3:24.”
“Yohanes tidak mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh dari penurutan; melainkan bahwa penurutan adalah buah iman dan kasih. ‘Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya supaya Ia menghapuskan segala dosa,’ ia berkata, ‘dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.’ 1 Yohanes 3:5, 6. Jika kita tinggal di dalam Kristus, dan kasih Allah tinggal dalam hati kita, maka perasaan kita, pikiran kita, perbuatan kita akan selaras dengan kemauan Allah. Hati yang disucikan adalah sesuai dengan ajaran hukum Allah.” –The Acts of Apostles, hal. 562, 563.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah cukup bagi kita untuk sekedar percaya pada teori kebenaran, dan membuat pengakuan iman akan Kristus?
Tergolong apakah orang-orang yang mengaku mengenalnya, namun tidak menuruti perintah-perintah Allah?
Apakah yang merupakan buah iman dan kasih?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×