Pengudusan yang Benar adalah Suatu Pekerjaan dari Hari ke Hari

PENGUDUSAN YANG BENAR ADALAH SUATU PEKERJAAN DARI HARI KE HARI

“Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.” 1 Tesalonika 4:1.

“Pengudusan Alkitab tidak terdiri dari gejolak emosi atau perasaan semata. Di sinilah banyak orang telah salah memahaminya. Mereka menjadikan perasaan sebagai kriteria mereka. Ketika mereka merasa gembira atau senang, maka mereka merasa bahwa mereka telah disucikan. Perasaan senang atau tidak senang bukanlah bukti bahwa seseorang disucikan atau tidak. Tidak ada pengudusan yang berlangsung seketika.
“Pengudusan sejati adalah pekerjaan dari hari ke hari, yang terus berlanjut dan berlangsung selama hidup. Orang-orang yang berjuang dengan godaan sehari-hari, berusaha mengatasi kecenderungan berdosa mereka sendiri, dan mencari kekudusan hati dan kehidupan tidak akan mengaku kudus dengan menjadi sombong. Melainkan, mereka akan lapar dan haus akan kebenaran. Bagi mereka, dosa tampak dalam sifatnya yang sesungguhnya.
“Pengudusan sejati … tidak lain adalah kematian diri sendiri dari hari ke hari, dan penyesuaian setiap hari dengan kehendak Tuhan. …
“Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang terus-menerus bergerak maju. Yesus sedang duduk sebagai pemurni dan pembersih umat-Nya; dan ketika citra-Nya telah tercermin dengan sempurna di dalam diri mereka, mereka pun menjadi sempurna dan suci, dan siap untuk diangkat ke sorga.
“Setiap orang Kristen yang hidup akan maju setiap hari dalam kehidupan ilahi. Saat dia maju menuju kesempurnaan, maka setiap hari dia akan mengalami pertobatan kepada Tuhan; dan pertobatan ini tidak selesai sampai ia mencapai kesempurnaan tabiat Kristen, suatu persiapan penuh untuk mendapat sentuhan akhir kekekalan.” – My Life Today, hal. 248, 249.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Dapatkah kita disucikan dalam waktu yang instan atau sekejab saja?
Apa artinya “pengudusan yang sejati”?
Apakah kita benar-benar sedang merasakan pengalaman pertobatan kepada Allah dalam kehidupan kita sehari-hari?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×