PENGUDUSAN TUBUH, JIWA, DAN ROH

PENGUDUSAN TUBUH, JIWA DAN ROH

“Berbahagialah (diberkatilah) orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah (diberkatilah) orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.” Mazmur 119:1, 2.

“Tidak ada penyucian sejati kecuali melalui ketaatan pada kebenaran. Orang-orang yang mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati akan mencintai semua perintah-Nya juga. Hati yang disucikan selaras dengan ajaran hukum Tuhan; karena mereka kudus, adil, dan baik.
“Tidak seorang pun yang benar-benar mengasihi Tuhan dan takut akan Tuhan akan terus melanggar hukum dengan sengaja. Ketika manusia melanggar, dia berada di bawah hukuman hukum, dan itu menjadi kuk perbudakan baginya. Apapun pengakuan imannya, dia tidak dibenarkan, yang mana dibenarkan disini berarti yang diampuni.
“‘Hukum Tuhan itu sempurna, mempertobatkan jiwa.’ Melalui ketaatan datanglah pengudusan tubuh, jiwa, dan roh. Pengudusan ini adalah pekerjaan progresif, dan terus maju, dari satu tahap kesempurnaan kepada tahap kesempurnaan lainnya.
“Biarkan iman yang hidup bekerja bagai benang emas melalui pelaksanaan tugas-tugas yang terkecil sekalipun. Kemudian semua pekerjaan sehari-hari akan mendorong pertumbuhan Kristen. Akan ada pandangan yang terus-menerus kepada Yesus. Kasih kepada-Nya akan memberikan kekuatan vital untuk segala sesuatu yang dilakukan. Jadi melalui penggunaan yang benar dari talenta kita, maka kita dapat menghubungkan diri kita dengan rantai emas ke dunia yang lebih tinggi. Inilah pengudusan sejati, karena pengudusan terjadi dari pelaksanaan tugas sehari-hari yang dilakukan dengan sukacita dalam ketaatan yang sempurna kepada kehendak Allah.
“Ketika ketaatan pada Tuhan tinggal di dalam hati, ketika upaya terbaik dilakukan untuk mencapai tujuan ini, maka Yesus menerima sikap dan upaya ini sebagai pelayanan terbaik manusia, dan Dia menebus kekurangannya dengan jasa ilahi-Nya sendiri.” – My Life Today, hal. 250.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah artinya pengudusan terjadi dari pelaksanaan tugas sehari-hari yang dilakukan dengan sukacita dalam ketaatan yang sempurna kepada kehendak Allah?
Apakah saya telah merasakan pengalaman pengudusan sejati melalui ketaatan itu?
Apakah saya mengalami pengudusan tubuh, jiwa, dan roh, dalam kehidupan sehari-hari saya?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×