PENGANIAYAAN TERHADAP MESIAS – bagian pertama

Pelajaran Sekolah Sabat Tahun 2022

Semester 1 (Yesus dalam Nubuat dan Simbol)

PELAJARAN – 14
Sabat, 2 April 2022

PENGANIAYAAN TERHADAP MESIAS
(bagian 1)

“Dia merendahkan diri-Nya, dan mengambil kefanaan ke atas-Nya. Sebagai anggota keluarga manusia, Dia fana; tetapi sebagai Tuhan, Dia adalah sumber kehidupan bagi dunia. Dia bisa, dalam pribadi ilahi-Nya, pernah bertahan menghadapi kematian, dan menolak untuk berada di bawah kekuasaannya; tetapi Dia secara sukarela menyerahkan nyawa-Nya, agar dengan berbuat demikian Dia dapat memberikan kehidupan dan membawa keabadian kepada terang. Dia menanggung dosa-dosa dunia, dan menanggung hukuman, yang menggelinding seperti gunung di atas jiwa ilahi-Nya. Dia menyerahkan hidup-Nya sebagai pengorbanan, agar manusia tidak mati selamanya. Dia mati, bukan karena dipaksa untuk mati, tetapi oleh kehendak bebas-Nya sendiri. Ini adalah kerendahan hati. Seluruh harta surga dicurahkan dalam satu pemberian untuk menyelamatkan manusia yang jatuh. Dia membawa ke dalam sifat manusia-Nya semua energi pemberi kehidupan yang akan dibutuhkan dan harus diterima manusia.” –(Review and Herald, 4 September 1900) Seventh-day Adventist Bible Commentary, jilid 5, hal. 1127.

MINGGU
1. Menurut nubuat Kitab Mazmur, apakah seruan penderitaan berat yang akan keluar dari bibir Mesias yang sedang sekarat dan menderita [di kayu salib]? Tak kunjung menerima jawaban dari Bapa-Nya, apakah Dia berhenti berdoa? Apa yang memungkinkan Dia untuk bertahan pada saat yang paling mengerikan itu?

Mazmur 22:2-4 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. 3Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. 4Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

“Kristus hidup di bumi ini dan mati demi untuk menebus kita. Dia telah menjadi ‘Seorang yang penuh kesengsaraan,’ (Yesaya 53:3), supaya kita dapat turut ambil bagian dalam kesukaan yang kekal. Allah telah memperkenankan Anak yang dikasihi-Nya, yang penuh dengan kasih karunia dan kebenaran, untuk datang dari satu dunia yang dipenuhi kemuliaan yang tiada taranya, menuju satu dunia yang telah dinodai dan dilumuri dosa kebinasaan, serta digelapkan oleh bayang-bayang maut dan kutuk. Dia telah memperkenankanNya meninggalkan lubuk naungan-kasihNya, yang penuh dengan puja-puji para malaikat, untuk menanggung derita hina, malu, nista dan dibenci, bahkan sampai mati. ‘Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita telah ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.’ Yesaya 53:5. Lihatlah Dia di padang belantara, di taman Getsemani, dan di atas kayu salib, Anak Allah yang tiada bercela itu telah memikulkan ke atas bahuNya beban dosa manusia. Dia yang satu dengan Allah, telah merasakan dalam jiwaNya dahsyatnya perpisahan antara Allah dan manusia, yang diakibatkan oleh dosa…. Beban dosa, dan rasa pedih akibat dahsyatnya dosa itu, serta perpisahan jiwa dengan Allah yang ditimbulkannya itulah yang menghancur-luluhkan hati Anak Allah.” –Spiritual Gifts, jilid 4a, hal. 40, 41.

SENIN
MAWAS DIRI KETIKA DIKELILINGI OLEH PENGHINAAN
2. Meskipun Juruselamat adalah Anak Allah, bagaimanakah Dia menganggap diri-Nya? Apa yang Dia tahan? Bagaimana perasaan seseorang secara alami ketika dia dihina?

Mazmur 22:5-8 Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka. 6Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu. 7Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. 8Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
Yesaya 53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
Markus 15:29 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,

““Namun Makhluk yang mulia ini mengasihi orang berdosa yang malang dan mengambil rupa seorang hamba, agar Dia menderita dan mati demi manusia. Yesus mungkin tetap berada di sebelah kanan Bapa-Nya, mengenakan mahkota raja dan jubah kerajaan-Nya. Tetapi Dia memilih untuk menukar semua kekayaan, kehormatan, dan kemuliaan surga dengan kemiskinan umat manusia, dan kedudukan-Nya sebagai komando tertinggi dengan kengerian Getsemani dan penghinaan dan penderitaan di Kalvari. Ia menjadi orang yang penuh kesengsaraan dan mengenal duka, agar dengan baptisan penderitaan dan darah-Nya Ia dapat menyucikan dan menebus dunia yang bersalah. ‘Sungguh, Aku datang;’ ‘Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku; Taurat-Mu ada dalam dada-Ku.’ (Mazmur 40:8,9).” –Testimonies for the Church, jilid 4, hal. 121.

SELASA
3.Apakah para pengkritik-Nya percaya bahwa Mesias benar-benar percaya pada Allah, bukan pada manusia? Dengan ungkapan meremehkan apakah mereka berbicara tentang Dia, yang menunjukkan bahwa mereka memandang Dia sebagai yang lemah dan membutuhkan bantuan?

Mazmur 22:9-12 “Ia percaya kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?” 10Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman ketika aku dalam buaian ibuku. 11Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku dalam kandungan, sejak dalam rahim ibuku Engkaulah Allahku. 12Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.
Matius 27:43 Ia menaruh harapan-Nya [kepercayaan-Nya] pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.

“Dalam ejekan mereka terhadap Juruselamat orang-orang yang mengaku diri penafsir nubuat, justru sedang mengulangi perkataan yang sama yang telah dinubuatkan akan mereka ucapkan pada kesempatan ini. Meskipun demikian dalam kebutaan mereka, mereka tidak menyadari bahwa mereka justru sedang menggenapi nubuatan. Mereka yang dengan mengejek mengucapkan perkataan, ‘Ia menaruh harapan-Nya [kepercayaan-Nya] pada Allah; baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya; karena Ia telah berkata, Aku adalah Anak Allah,’ (Matius 27:43), kurang memikirkan bahwa kesaksian mereka akan bergema berabad-abad lamanya. Tetapi meskipun diucapkan dengan nada mengejek, namun perkataan ini menuntun manusia untuk menyelidiki Kitab Suci sebagaimana yang belum pernah mereka adakan sebelumnya. Orang-orang bijaksana kemudian mendengar, menyelidiki, merenungkan, dan berdoa. Ada pula orang yang tidak pernah berhenti sampai mereka dapat memahami arti tugas Kristus, oleh membandingkan ayat dengan ayat. Belum pernah sebelumnya orang-orang mendapat pengetahuan tentang Yesus yang sama seperti ketika Ia tergantung di salib. Ke dalam hati banyak orang yang menyaksikan peristiwa penyaliban itu, dan yang telah mendengar perkataan Kristus, terang kebenaran sedang bersinar.” –The Desire of Ages, hal. 749.

RABU
SEBAGAI MANGSA DI MULUT SINGA-SINGA
4. Gambaran apakah yang digunakan pemazmur untuk menggambarkan orang-orang yang berpihak pada Yesus? Seberapa jelas kata-kata-Nya kepada murid-murid-Nya menggambarkan keadaan pikiran-Nya saat Dia melewati satu persatu peristiwa mengerikan yang dihadapi-Nya?

Mazmur 22:13-15 Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku; 14mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum. 15Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku;
Matius 26:3,4,38 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, 4dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia… 38lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

“Di situlah berdiri Anak Allah, mengenakan jubah ejekan dan mahkota duri. Setelah pakaian-Nya dibuka sampai ke pinggang-Nya, pada punggung-Nya kelihatan bekas pukulan yang panjang dan bengis, yang dari pada-Nya mengalirlah darah dengan bebasnya. Wajah-Nya bernoda darah, dan menunjukkan raut tanda kehabisan tenaga dan kepedihan; tetapi belum pernah wajah-Nya itu kelihatan lebih indah daripada ketika itu. Wajah Juruselamat itu tampak tidak bercacat di hadapan musuh-musuh-Nya. Setiap guratan pada raut wajah-Nya menunjukkan keramahan dan kesabaran dan belas kasihan yang paling lemah lembut terhadap musuh-musuh-Nya yang bengis. Dalam budi pekerti-Nya tidak nampak adanya kelemahan seorang pengecut, melainkan kekuatan dan keluhuran sifat panjang sabar. Dalam perbedaan yang sangat mencolok terdapatlah orang tahanan yang di samping-Nya. Raut wajah Barabas menunjukkan bahwa ia adalah seorang penjahat yang tidak berperasaan. Perbedaan mencolok itu berbicara kepada setiap orang yang melihatnya. Beberapa penonton sedang menangis. Ketika mereka memandang kepada Yesus, hati mereka dipenuhi simpati. Para imam dan penghulu pun sebenarnya diyakinkan bahwa sebagaimana pengakuan-Nya, demikianlah halnya kenyataan-Nya.” –The Desire of Ages, hal. 735.

KAMIS
5. Apakah yang nubuat mazmur gambarkan tentang kelemahan fisik dan kehausan yang akan diderita oleh Mesias?

Mazmur 22:16 kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
Yohanes 19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci — : “Aku haus!”

“Misi kehidupan duniawi Kristus sudah hampir selesai. Lidahnya kering, dan Dia berkata, ‘Aku haus.’ Mereka membasahi spons dengan cuka dan empedu, dan menawarkannya untuk diminum; dan ketika Dia telah mencicipinya, dia menolaknya. Dan sekarang Tuhan kehidupan dan kemuliaan itu sedang sekarat, sebagai tebusan untuk bangsa manusia. Perasaan dosa, yang mendatangkan murka Bapa kepada-Nya sebagai Pengganti manusia, telah membuat cawan yang diminum-Nya terasa begitu pahit, dan menghancurkan hati Anak Allah.” –The Desire of Ages, hal. 52.

JUMAT
BILUR-BILUR-NYA
6. Kepada apakah luka yang ditimbulkan oleh algojo Mesias yang dinubuatkan akan menarik perhatian?

Mazmur 22:17,18 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. 18Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.Zakharia 13:6 Dan apabila ada orang bertanya kepadanya: Bekas luka apakah yang ada pada badanmu ini?, lalu ia akan menjawab: Itulah luka yang kudapat di rumah sahabat-sahabatku!
Lukas 24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.

“Dalam penderitaan Kristus di salib nubuatan digenapi. Berabad-abad sebelum penyaliban, Juruselamat telah menubuatkan perlakuan yang akan diterima-Nya. Ia berkata, ‘Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku. mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku. Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.’ Mazmur 22:17-19.” –The Desire of Ages, hal. 746.
“Musuh-musuh Yesus menunggu-nunggu kematian-Nya dengan harapan yang tidak sabar. Peristiwa yang mereka kira sebagai yang akan selamanya meredam desas-desus tentang kuasa ilahi-Nya dan keajaiban mukjizat-Nya. Mereka menyanjung diri mereka sendiri bahwa mereka tidak akan perlu lagi gemetar karena pengaruh-Nya.” –The Present Truth, 21 Januari 1886.

SABAT
7. Seberapa tepatkah nubuat yang dikatakan tentang apa yang akan terjadi pada pakaian-Nya? Apakah yang membuat kita tergerak untuk berseru mengingat hikmat ilahi yang agung ternyata telah memberi tahu sebelumnya secara rinci apa yang akan terjadi pada Penebus Dunia?

Mazmur 22:19-22 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku. 20Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! 21Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing. 22Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!
Markus 15:24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.
Yohanes 19:23,24 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian — dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. 24Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Wahyu 15:3 “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!”

“Nubuat tentang pakaian-Nya dibawakan tanpa nasihat atau campur tangan dari teman atau musuh dari Yang Tersalib. Kepada para prajurit yang telah menempatkan Dia di kayu salib, pakaian-Nya diberikan. Kristus mendengar pertengkaran orang-orang itu ketika mereka membagi pakaian di antara mereka. Tuniknya telah ditenun tanpa jahitan, dan mereka pun berkata, ‘Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.’ (Yohanes 19:24).” –Christ Triumphant, hal. 278.

UNTUK PELAJARAN TAMBAHAN
“Tentang Juruselamat yang menderita, Yehova Sendiri telah menyatakan-Nya melalui Zakharia, ‘Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!’ Zakharia 13:7. Sebagai Pengganti dan Penjamin bagi manusia yang berdosa, Kristus harus menderita di bawah peradilan Ilahi. Ia harus mengerti apa artinya keadilan itu. Ia harus merasakan bagaimana orang berdosa di hadapan Allah bila tanpa seorang Pengantara.” –Prophets and Kings, hal. 691.
“Jika penderitaan Kristus terdiri dari rasa sakit fisik saja, maka kematian-Nya tidak akan lebih menyakitkan daripada kematian beberapa martir yang mati syahid. Tetapi rasa sakit tubuh hanyalah sebagian kecil dari penderitaan Anak Allah yang terkasih. Dosa-dosa dunia yang ditanggung-Nya, juga rasa murka Bapa-Nya ketika Dia menderita hukuman hukum yang dilanggar. Inilah yang menghancurkan jiwa ilahi-Nya…. Pemisahan yang dibuat oleh dosa antara Allah dan manusia sepenuhnya disadari dan sangat dirasakan oleh Manusia Kalvari yang tidak bersalah dan menderita itu. Dia ditindas oleh kuasa kegelapan. Dia tidak memiliki satu sinar cahaya pun untuk mencerahkan masa depan ketika itu…. Pada saat kegelapan yang mengerikan ini, ketika wajah Bapa-Nya bahkan tersembunyi, sementara legiun malaikat jahat mengelilingi-Nya, dan dosa-dosa dunia ditanggungkan atas-Nya, keluarlah kata-kata dari bibir-Nya: ‘Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’ (Matius 27:46).” –God’s Amazing Grace, hal. 171.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×