PELAYANAN SEHARI-HARI

Pelajaran Sekolah Sabat Tahun 2022 Semester Kedua “Pertolongan Dari Bait Suci
12
SABAT, 17 September 2022

PELAYANAN SEHARI-HARI 

“Di sanalah Aku akan bertemu dengan orang Israel, dan tempat itu akan dikuduskan oleh kemuliaan-Ku. Aku akan menguduskan Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu Harun dan anak-anaknya akan Kukuduskan supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.” Keluaran 29:43, 44.

“Setiap pagi dan petang seekor domba harus dipersembahkan di atas mezbah. Ini dilakukan untuk mewakili kematian Juruselamat. Ketika masih kanak-kanak Yesus melihat korban yang tidak bersalah, Roh Kudus mengajari-Nya maknanya. Dia tahu bahwa Dia sendiri, sebagai Anak Domba Allah, adalah yang harus mati untuk dosa manusia.” –The Story of Jesus, hal. 32.
“Ibadah keluarga hendaknya tidak diatur oleh keadaan. Engkau tidak boleh berdoa sesekali dan, ketika Engkau sedang memiliki pekerjaan besar yang harus dilakukan, maka engkau mengabaikannya saja. Dengan melakukan demikian, engkau sedang memimpin anak-anakmu untuk memandang doa sebagai sesuatu yang tidak memiliki konsekuensi khusus. Doa sangat berarti bagi anak-anak Tuhan, dan persembahan syukur harus dipersembahkan di hadapan Tuhan pada pagi dan petang. Kata Pemazmur, ‘Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.’ (Mazmur 95:1, 2).” –Prayer, hal. 189.

MINGGU
1. Selain korban yang dipersembahkan di tempat kudus oleh individu untuk pengampunan dosa, jenis persembahan apa lagi yang dipersembahkan?

Keluaran 29:38-40 “Inilah yang harus kaupersembahkan di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari. 39Domba yang satu haruslah kaupersembahkan pada waktu pagi dan domba yang satunya kaupersembahkanlah pada waktu senja. 40Dan beserta domba yang satu kauolahlah sepersepuluh efa tepung yang terbaik dengan minyak tumbuk seperempat hin, dan korban curahan dari seperempat hin anggur.

“Setiap pagi dan petang seekor anak domba yang berumur satu tahun dibakar di atas mezbah, dagingnya dipersembahkan dengan sepatutnya, dengan demikian melambangkan penyerahan harian dari bangsa itu kepada Tuhan, dan ketergantungan mereka yang tetap kepada darah Kristus yang menebus. Allah dengan nyata memerintahkan agar setiap korban yang dipersembahkan bagi upacara kaabah haruslah yang ‘tidak bercela.’ Keluaran 12:5. Imam-imam harus memeriksa semua binatang yang dibawa sebagai korban yang akan dipersembahkan dan harus menolak binatang yang ada cacatnya. Hanya korban yang ‘tidak bercela’ yang dapat menjadi satu lambang daripada kesucian-Nya yang sempurna yang akan menyerahkan diriNya sebagai ‘Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat.’ 1 Petrus 1:19. Rasul Paulus menunjuk kepada korban-korban ini sebagai satu gambaran tentang bagaimana seharusnya hidup pengikut-pengikut Kristus itu. Ia berkata, ‘aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.’ Roma 12:1.” –Patriarchs and Prophets, hal. 352.

SENIN
2. Bagaimana Kitab Suci menggambarkan tentang korban-korban yang dipersembahkan ini dan tujuannya?

Keluaran 29:41,42 Domba yang satunya haruslah kapersembahkan pada waktu senja; sama seperti korban sajian dan korban curahannya pada waktu pagi harus engkau mengolahnya sebagai persembahan yang harum, suatu korban api-apian bagi TUHAN, 42suatu korban bakaran yang tetap di antara kamu turun-temurun, di depan pintu Kemah Pertemuan di hadapan TUHAN. Sebab di sana Aku akan bertemu dengan kamu, untuk berfirman kepadamu.

“Upacara kaabah itu terdiri dari dua bagian, upacara harian dan upacara tahunan. Upacara harian dilaksanakan di mezbah korban bakaran di pelataran kaabah dan di dalam bilik yang suci; sedangkan upacara tahunan diadakan di dalam bilik yang maha suci. … Upacara harian terdiri dari upacara korban bakaran pagi dan petang, persembahan kemenyan yang harum di atas mezbah keemas an, dan persembahan khusus bagi dosa-dosa pribadi.” –Patriarchs and Prophets, hal. 351, 352.

SELASA
ALLAH BERTEMU DENGAN UMAT-NYA
3. Seberapa istimewa korban sehari-hari bagi umat itu? Apakah makna mendalam yang terkandung dalam pelayanan tersebut?

Keluaran 29:43, 44 Di sanalah Aku akan bertemu dengan orang Israel, dan tempat itu akan dikuduskan oleh kemuliaan-Ku. 44Aku akan menguduskan Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu Harun dan anak-anaknya akan Kukuduskan supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.

“Dupa ukupan yang naik bersama-sama dengan doa-doa orang Israel, menggambarkan jasa dan pengantaraan Kristus, yakni kebenaranNya yang sempurna, yang melalui iman dihisabkan kepada umatNya, yang olehnya saja dapat menjadikan perbaktian manusia yang berdosa dapat berkenan di hadapan Allah. Di hadapan tirai bilik yang maha suci itu terdapatlah sebuah mezbah pedupaan yang mengerjakan pengantaraan yang terus-menerus. Oleh darah dan kemenyan Allah harus dihampiri— inilah lambang-lambang yang menunjuk kepada Pengantara yang agung itu, melalui mana orang-orang berdosa bisa datang dekat kepada Tuhan, dan hanya melalui Dia sajalah rahmat dan keselamatan dapat diberikan kepada jiwa yang percaya dan bertobat.” –Patriarchs and Prophets, hal. 353.

RABU
4. Dalam arti khusus apa, kemudian, Tuhan ingin tinggal di antara umat-Nya?

Keluaran 29:45, 46 Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan Aku akan menjadi Allah mereka. 46Maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allah mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka; Akulah TUHAN, Allah mereka.

“Mulai saat itu mereka mendapat kehormatan dengan kehadiran yang tetap daripada Raja mereka. ‘Aku akan tinggal di antara orang Israel dan akan menjadi Allah mereka,’ ‘dan kaabah itu akan disucikan oleh kemuliaanKu,’ (Keluaran 29:45,43) adalah jaminan yang diberikan kepada Musa. Sebagai lambang daripada wewenang Allah dan wujud daripada kehendak-Nya, maka diserahkan kepada Musa Hukum Sepuluh yang ditulis oleh jari Allah sendiri di atas dua loh batu (Ulangan 9:10; Keluaran 32:15,16), untuk ditaruh di dalam kaabah, yang sesudah itu didirikan, akan menjadi pusat perbaktian bangsa itu.” –Patriarchs and Prophets, hal. 314.

KAMIS
SEBAGAI LAMBANG DAN PERSIAPAN BAGI PENGORBANAN TERBESAR
5. Melambangkan siapakah tiap-tiap korban yang dipersembahkan itu menunjuk? Oleh karena itu, untuk hal apakah Tuhan mempersiapkan umat-Nya?

Yehezkiel 46:13 Tiap hari ia harus mengolah domba yang berumur satu tahun dan yang tiada bercela sebagai korban bakaran bagi TUHAN; setiap pagi ia harus melakukan itu.
1 Petrus 1:18-21, 10-12 18Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.10Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

“Dari satu bangsa yang terdiri dari budak-budak, Israel telah diangkat lebih tinggi daripada segala bangsa yang lain untuk menjadi harta yang terpilih dari Raja di atas segala raja. Allah telah mengasingkan mereka dari dunia ini, agar Ia dapat menyerahkan kepada mereka satu barang titipan yang suci. Ia telah menjadikan mereka penjaga hukum-Nya dan Ia bermaksud, melalui mereka, untuk memelihara pengetahuan tentang Allah di antara umat manusia. Dengan demikian terang sorga akan memancar kepada satu dunia yang diselimuti oleh kegelapan, dan satu suara harus terdengar untuk mengajak semua orang berpaling dari penyembahan berhala kepada pelayanan akan Allah yang hidup. Jikalau orang Israel mau setia kepada tugas yang dipercayakan kepada mereka itu, maka mereka akan menjadi satu kuasa di dalam dunia ini. Allah akan menjadi pembela mereka, dan Ia akan mengangkat mereka lebih tinggi dari bangsa-bangsa yang lain. Terang dan kebenaran-Nya akan dinyatakan melalui mereka, dan mereka akan berdiri teguh di bawah pemerintahan-Nya yang suci dan bijaksana, sebagai satu contoh tentang keagungan daripada perbaktian kepada Allah yang melebihi segala bentuk penyembahan berhala.” –Patriarchs and Prophets, hal. 314.

JUMAT
6. Sebelum kelahiran Yesus, pada saat ukupan dibakar, siapakah yang bersama-sama di pelataran Bait Allah untuk berdoa? Kemudian, setelah kenaikan Yesus, mukjizat apa yang dilakukan di sana dalam nama-Nya?

Lukas 1:5, 8-10 5Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. 8Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. 9Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 10Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
Kisah 3:1,2,6,7 1Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.2Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 6Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” 7Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

“Jam-jam yang ditetapkan untuk korban pagi dan petang harus dianggap suci, dan semuanya itu harus dijaga sebagai waktu yang telah ditetapkan bagi perbaktian di antara segenap bangsa Yahudi. Dan apabila pada masa mendatang bangsa Yahudi dicerai-beraikan sebagai orang-orang tawanan di negeri-negeri yang jauh, mereka tetap pada jam yang ditentukan itu memalingkan wajah mereka ke arah Yerusalem dan menghadapkan permohonan mereka kepada Allah orang Israel. Dalam adat kebiasaan ini orang Kristen mempunyai satu contoh untuk kebaktian pagi dan petang. Sementara Allah menghukumkan upacara kebaktian yang sekedar rupa saja, tanpa roh kebaktian, Ia memandang dengan penuh kesukaan terhadap mereka yang mengasihi Dia, yang setiap pagi dan petang mencari keampunan dosa-dosa yang diperbuatnya, dan menghadapkan permohonan mereka untuk memperoleh berkat-berkat yang diperlukan.” –Patriarchs and Prophets, hal. 353-354.

SABAT
7. Kepada siapakah doa-doa harian orang-orang kudus naik, ketika pedupaan rahmat surgawi naik bersama mereka?

Wahyu 8:3,4 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. 4Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

“Ibadah, doa, pujian, dan pengakuan dosa naik dari orang percaya sejati sebagai dupa ke tempat kudus surgawi; tetapi melewati saluran-saluran kemanusiaan yang rusak, mereka begitu tercemar sehingga kecuali jika dimurnikan dengan darah, mereka tidak akan pernah berharga di hadapan Allah. Mereka naik tidak dalam kemurnian yang tak bernoda, dan kecuali jika Pemberi Syafaat, yang diam di tangan kanan Allah, mempersembahkan dan memurnikan semuanya dengan kebenaran-Nya, itu tidak dapat diterima oleh Allah. Semua dupa dari kaabah duniawi harus dibasahi dengan tetesan darah Kristus yang membersihkan. Dia memegang di hadapan Bapa pedupaan jasa-jasa-Nya sendiri, di mana tidak ada noda kerusakan duniawi. Dia mengumpulkan ke dalam pedupaan ini doa, pujian, dan pengakuan dosa umat-Nya, dan dengan ini Dia menempatkan kebenaran-Nya sendiri yang tak bernoda. Kemudian, dibumbui dengan manfaat pendamaian Kristus, dupa itu tampil sempurna di hadapan Allah dan sepenuhnya dapat diterima. Kemudian diberikan-Nya lah jawaban yang penuh kemurahan.” –Selected Messages, buku 1, hal. 344.

KEBENARAN BESAR KESELAMATAN YANG DIAJARKAN KEPADA MANUSIA
“Demikianlah, melalui upacara-upacara di kaabah yang di bumi ini dan yang di sorga, orang banyak itu diajar setiap hari tentang kebenaran-kebenaran yang agung sehubungan dengan kematian dan pelayanan Kristus, dan sekali setahun pikiran mereka diarahkan kepada peristiwa-peristiwa terakhir dari pertentangan yang besar antara Kristus dan setan, dan tentang penyucian yang terakhir dari alam semesta ini dari dosa dan orang-orang yang berdosa.” –Patriarchs and Prophets, hal. 358.

Selamat menyambut hari Sabat. TYM

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×