Pekerjaan Pengudusan Dimulai Di Rumah

PEKERJAAN PENGUDUSAN DIMULAI DI RUMAH

“Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia (diberkati) oleh perbuatannya.” Yakobus 1:25.

“Kebenaran Allah menguduskan jiwa. ‘Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu.’ (Yehezkiel 36:26). Kuasa kebenaran yang menguduskan harus dibiarkan tinggal di dalam jiwa dan dihidupkan dalam segala urusan kita, sebagai standar bagi kita dalam menguji segala urusan dalam kehidupan kita, terutama dalam hubungan kita dengan sesama manusia. Kebenaran ini harus tinggal di rumah tangga kita, yang memiliki kuasa yang menaklukkan kehidupan dan tabiat semua penghuninya.
“Saya harus selalu mendesak orang-orang yang mengaku percaya kebenaran, tentang perlunya mempraktikkan kebenaran. Ini berarti pengudusan, dan pengudusan berarti pembiasaan dan pelatihan setiap kesanggupan bagi pelayanan Tuhan.
“Ajarlah anak-anakmu untuk mencintai kebenaran, karena itu adalah kebenaran, dan karena mereka harus dikuduskan melalui kebenaran, dan akan dilayakkan untuk berdiri dalam penghakiman besar yang akan menentukan apakah mereka memenuhi syarat, untuk dapat masuk ke pekerjaan yang lebih tinggi, dan menjadi anggota keluarga kerajaan, anak-anak Raja surgawi.
“Kebenaran, yakni kebenaran yang berharga dari Firman Tuhan, akan memiliki pengaruh yang menguduskan hati dan Tabiat. Ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk diri kita sendiri dan untuk anak-anak kita. Hati alamiah manusia penuh dengan kebencian terhadap kebenaran, dan terhadap Yesus. Jalan yang salah akan dipilih dan bukan yang benar, kecuali jika orang tua menjadikan urusan membimbing jejak kaki anak-anak mereka di dalam jalan kebenaran sejak tahun-tahun awal mereka, sebagai urusan utama dalam hidup mereka.
“Pekerjaan pengudusan dimulai di rumah. Mereka yang menjadi orang Kristen di rumah akan menjadi orang Kristen di gereja dan di dunia.” –My Life Today, hal. 261.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Dimanakah pekerjaan pengudusan dimulai?
Apakah yang memenuhi hati alamiah kita?
Apakah kita mengajar anak-anak kita untuk mencintai kebenaran?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×