Menolak Untuk Memuaskan Kecenderungan-Kecenderungan Diri

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

20 Mei 2022

MENOLAK UNTUK MEMUASKAN KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN DIRI

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. Filipi 3:8.

“… Kehendakmu adalah sumber dari segala perbuatanmu. Kehendak ini, yang membentuk suatu faktor yang begitu penting dalam tabiat manusia, pada saat kejatuhan telah diserahkan ke dalam kendali Setan; dan sejak saat itu dia telah bekerja dalam diri manusia untuk mengendalikan kehendak dan untuk melakukan kesenangannya sendiri, tetapi untuk kehancuran dan kesengsaraan manusia.
“Tetapi pengorbanan Allah yang tak terbatas dalam memberikan Yesus, Anak-Nya yang terkasih, untuk menjadi korban bagi dosa, telah memungkinkan-Nya untuk berkata, tanpa melanggar satu prinsip pemerintahan-Nya, “Serahkanlah dirimu kepada-Ku; berikan kepada-Ku kehendakmu itu; ambillah kehendakmu dari kendali Setan, dan Aku akan mengambilnya; maka Aku dapat mengerjakan di dalam kamu kemauan dan pekerjaan menurut kerelaan-Ku.” Ketika Dia memberimu pikiran Kristus, maka kehendakmu akan menjadi seperti kehendak-Nya, dan tabiatmu akan diubahkan menjadi seperti tabiat Kristus. Apakah melakukan kehendqk Allah adalah tujuanmu? Apakah engkau mau mematuhi Alkitab? “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku.” (Matius 16:24).
“Mengikuti Kristus berarti engkau menolak untuk memuaskan kecenderunganmu sendiri dan memutuskan untuk menaati Allah. Bukan perasaanmu, dan emosimu, yang membuatmu menjadi anak-anak Allah, melainkan melakukan kehendak Allah. Kehidupan yang berguna ada di hadapanmu, jika kehendakmu menjadi kehendak Allah. Kemudian engkau dapat berdiri dalam kedewasaan yang dikaruniakan Allah, menjadi teladan dari perbuatan baik. Engkau kemudian akan turut mempertahankan aturan disiplin, alih-alih melanggarnya. Kemudian engkau juga akan turut menjaga ketertiban, gantinya meremehkannya, dan menghasutkan ketidakteraturan hidup dengan perbuatan-perbuatanmu sendiri.” –Messages to Young People, hal. 153, 154.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×