Menjadi Pelaku Firman-Nya

21 Oktober 2022

MENJADI PELAKU FIRMAN-NYA

 

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.” Yakobus 1:22-24.

 

“Kristus memanggil umat-Nya untuk percaya dan mengamalkan firman-Nya. Barangsiapa yang menerima dan menghidupkan firman ini, dengan menjadikannya bagian dari tiap-tiap perbuatan dan sifat tabiat mereka, akan bertumbuh kuat dalam kekuatan Allah. Akan terlihat bahwa iman mereka benar-benar berasal dari surga. Mereka tidak akan mengembara ke jalan yang sesat. Pikiran mereka tidak akan beralih kepada agama yang sekedar perasaan dan kegembiraan luar saja. Di hadapan para malaikat dan di hadapan manusia, mereka akan berdiri sebagai orang-orang yang memiliki tabiat Kristen yang kuat dan konsisten.” –Gospel Workers 1915, hal. 309.

“Ällah ingin agar tiap-tiap orang memandang kepada Yesus, yang adalah Pencipta dan Penyempurna iman kita. Sebagai orang Kristen, kita harus menerapkan sifat-sifat luhur tabiat yang ada di dalam Yesus Kristus, dalam perkataan dan perbuatan kita, sebagai karunia tertinggi yang dapat diberikan kepada jiwa manusia. Maukah tiap-tiap orang yang menyebut nama Kristus menjauh dari segala kejahatan? Kata kejahatan yang digunakan di sini tidak selalu berarti bentuk dosa yang besar. Artinya adalah bahwa dalam tiap-tiap perbuatan kita, kita tidak akan mau membuat surga tidak senang. Inilah yang harus menjadi dasar segala perbuatan kita. Kita tidak boleh mempraktikkannya apapun bentuk perbuatan yang tidak menyenangkan surga itu dalam kehidupan ini, baik dalam keluarga maupun di gereja. Semua orang yang mau masuk ke surga di mana Yesus berada, akan memiliki ciri-ciri yang akan menyatakan surga sejak hidup mereka sekarang ini selagi mereka masih di bumi ini. Penuh berkat dan sukacitalah pancaran terang dari Matahari Kebenaran yang kini sedang mencurahkan sinar-Nya yang mencerahkan dan menyembuhkan kepada tiap-tiap orang yang mau membuka pintu jiwa menuju surga.” –The Upward Look, hal. 257.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×