Memiliki Pengetahuan tentang Kristus

11 Februari 2022

MEMILIKI PENGETAHUAN TENTANG KRISTUS

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ibrani 12:2.

“Juruselamat kita yang mulia mengundang kita untuk menghubungkan diri kita kepada-Nya, menyatukan kelemahan kita dengan kekuatan-Nya, kebodohan kita kepada hikmat-Nya, ketidaklayakan kita kepada jasa-jasa-Nya. Pimpinan dan pemeliharaan Allah adalah sekolah di mana kita mempelajari kelemahlembutan dan kerendahan hati Yesus. Tuhan selalu menempatkan dihadapan kita tujuan-tujuan hidup yang benar, bukan jalan yang akan kita pilih yang tampaknya lebih mudah dan lebih enak bagi kita. Tinggal bergantung pada kita untuk bekerjasama dengan agen-agen yang digunakan-Nya dalam menyesuaikan tabiat kita dengan teladan Ilahi. Tak seorang pun yang melalaikan atau menunda pekerjaan ini yang dapat terhindar dari bahaya yang paling mengerikan kepada jiwa-jiwa mereka.” –The Great Controversy, hal. 623.
“Ketika seseorang menjadi akrab dengan sejarah Penebus, ia menemukan dalam dirinya cacat yang serius; ketidaksamaannya dengan Kristus begitu besar sehingga dia melihat perlunya perubahan radikal dalam hidupnya. Tetap saja dia belajar dengan keinginan untuk menjadi seperti Teladan agungnya. Dia menangkap penampilan, semangat, dari Guru tercintanya. Dengan melihat … dia berubah menjadi gambar yang sama.
“Bukan dengan berpaling dari-Nya kita meniru kehidupan Yesus, tetapi dengan berbicara tentang Dia, dengan berdiam pada kesempurnaan-Nya, dengan berusaha untuk memurnikan selera dan meluhurkan tabiat, dengan berusaha, melalui iman dan kasih, dan dengan sungguh-sungguh, dan segenap upaya yang gigih, untuk semakin menyerupai teladan yang sempurna. Dengan memiliki pengetahuan tentang Kristus,—firman-Nya, kebiasaan hidup-Nya, dan pelajaran-pelajaran-Nya,— maka kita dapat mengambil bagian dalam kebajikan dari tabiat yang telah kita pelajari dengan cermat itu, dan menjadi diilhami dengan semangat yang sangat kita kagumi. Yesus menjadi bagi kita sebagai yang ‘menyolok mata diantara selaksa orang’ Sesosok yang ‘segala sesuatu pada-Nya menarik’ (Kidung Agung 5:10, 16).” –The Sanctified Life, hal. 235.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×