Kristus Menyatakan Tabiat Allah

FEBRUARI 2022
YESUS, TELADAN TABIAT KITA

1 Februari 2022

KRISTUS MENYATAKAN TABIAT ALLAH

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Filipi 2:5-7.

“Di langit di atas, di bumi, dan di dalam luasnya perairan samudera, kita melihat hasil karya Tuhan. Semua ciptaan bersaksi tentang kuasa-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan kasih-Nya. Namun bukan dari bintang-bintang, atau lautan, atau hujan yang deraslah kita dapat belajar tentang sifat pribadi Allah. Kristuslah yang telah datang untuk menyatakan ….
“Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah secara pribadi, kecuali saat Dia dinyatakan melalui Kristus.” –The Upward Look, hal. 334.
“Dunia ini telah dikunjungi oleh Yang Mulia surga, yang adalah Anak Allah…. Kristus telah datang ke dunia ini sebagai ungkapan dari hati dan pikiran dan sifat dan tabiat Allah…. Tetapi Dia telah mengesampingkan jubah kerajaan-Nya dan mahkota kebesaran-Nya, dan telah menurunkan diri-Nya dari kedudukan tinggi-Nya untuk menjadi seorang hamba. Dia kaya, tetapi demi kita, agar kita dapat memiliki kekayaan abadi, Dia telah menjadi miskin. Dia menciptakan dunia, tetapi Dia telah mengosongkan diri-Nya sepenuhnya, sehingga selama pelayanan-Nya Dia menyatakan, “… Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan Kepada-Nya” (Matius 8:20)… Kristus telah berdiri sebagai Kepala umat manusia dalam rupa kemanusiaan. Sikap-Nya begitu penuh dengan simpati dan kasih, sehingga yang termiskin sekalipun tidak takut untuk datang kepada-Nya. Dia baik kepada semua orang; dan mudah didekati bahkan oleh orang yang paling rendah sekalipun. Dia pergi dari rumah ke rumah, menyembuhkan yang sakit, memberi makan yang lapar, menghibur yang berduka, menenangkan yang menderita, dan membicarakan damai kepada yang tertekan. Dia memeluk anak-anak kecil dan memberkati mereka, dan mengucapkan kata-kata harapan dan penghiburan kepada para ibu yang lelah. Dengan kelemahlembutan dan kebaikan yang tak putus-putusnya Dia menghadapi segala bentuk kesengsaraan dan penderitaan manusia.” –That I May Know Him, hal. 44.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×