Kitab Yang Berasal Dari Surga

5 Januari 2023

KITAB YANG BERASAL DARI SURGA

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 2 Korintus 4:7.

Allah dengan senang hati telah menyampaikan kebenaran-Nya kepada dunia ini melalui agen-agen manusia, dan Dia Sendiri, melalui Roh Kudus-Nya, telah melayakkan manusia dan memampukan mereka untuk melakukan pekerjaan ini. Dia membimbing pikiran dalam memilih apa yang akan diucapkan dan apa yang akan ditulis. Harta itu telah dipercayakan pada bejana tanah liat, namun demikian, tidak kurang nilainya sebab berasal dari Surga…. Anak-anak Allah yang taat dan percaya akn melihat di dalamnya [kesaksian Allah] kemuliaan kuasa ilahi, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Para penulis Alkitab telah mengungkapkan ilham yang diberikan dalam pikiran mereka ini dalam bahasa manusia. Demikianlah Alkitab itu telah ditulis oleh manusia-manusia yang dipilih. Orang-orang ini diilhami oleh Roh Kudus. Karena ketidaksempurnaan pemahaman manusia dalam bahasanya sendiri, dan sebab telah adanya kesesatan pada pikiran manusia, yang piawai dalam menghindari kebenaran, banyak orang membaca dan memahami Alkitab hanya untuk menyenangkan diri mereka sendiri. Demikianlah, kesulitannya ada pada diri mereka sendiri dan bukan pada Alkitabnya.

Kitab Suci diberikan kepada manusia, bukan dalam satu rantai ucapan tunggal, tetapi sepotong demi sepotong yang sambung menyambung melalui generasi ke generasi yang berurutan, karena Allah dalam pemeliharaan-Nya melihat dan menilai kesempatan mana yang tepat untuk mengesankan manusia di berbagai waktu dan berbagai tempat. Manusia menuliskannya ketika mereka digerakkan oleh Roh Kudus….

Tidak selalu ada keteraturan yang sempurna atau kesatuan utuh yang tampak di mata manusia di dalam Alkitab…. Demikianlah, kebenaran-kebenaran Alkitab itu bagaikan mutiara-mutiara yang tersembunyi. Harta yang tersembunyi ini harus dicari, digali dengan usaha yang sungguh dan tekun. Orang-orang yang hanya mengambil pandangan permukaan dari Alkitab, dengan pengetahuan mereka yang dangkal, yang menurut mereka telah sangat dalam, malah akan berbicara tentang kontradiksi dalam Alkitab, dan mempertanyakan otoritas Alkitab. Tetapi mereka yang hatinya selaras dengan kebenaran dan jalan kewajiban akan menyelidiki Alkitab dengan hati yang siap menerima kesan ilahi. Jiwa yang diterangi akan dapat melihat adanya kesatuan yang bersifat ilahi, satu rangkai benang emas besar yang mengalir melalui keseluruhan, tetapi, sungguh membutuhkan kesabaran, pemikiran, dan doa untuk dapat menelusuri benang emas yang berharga itu. –The Faith I Live By, hal. 11.

 

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×