Kita Perlu Lebih Banyak Simpati Yang Seperti Kristus

KITA PERLU LEBIH BANYAK SIMPATI YANG SEPERTI KRISTUS

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.” Matius 25:31-33.

“Berurusan dengan pikiran manusia adalah hal yang sensitif. Hanya Dia yang dapat membaca hati saja yang tahu bagaimana membawa manusia pada pertobatan. Hanya kebijaksanaan-Nya yang dapat mengaruniai kita keberhasilan dalam menjangkau jiwa-jiwa yang sedang terhilang. Engkau bisa saja berdiri kaku, sambil merasa bahwa, ‘Saya lebih suci dari dia,’ namun, seberapa masuk akalnya pun alasan yang engkau kemukakan atau seberapa benarnya pun kata-katamu; itu tidak akan pernah dapat menjamah hati. Hanya kasih Kristus, yang dinyatakan dalam perkataan dan perbuatanlah, yang akan memenangkan jalannya untuk masuk ke dalam jiwa, disaat pengulangan ajaran atau argumentasi manusia ternyata tidak menghasilkan apa-apa.
“Kita membutuhkan lebih banyak simpati yang seperti Kristus; bukan hanya simpati bagi mereka yang kelihatan tidak bercela di hadapan kita, melainkan juga simpati bagi jiwa-jiwa yang miskin, menderita, dan sedang dalam pergumulan, yang seringkali tertindih kesalahan, sedang hanyut dalam dosa dan rindu akan pertobatan, sedang dicobai dan sedang putus asa. Kita harus pergi kepada sesama kita itu, dan seperti Imam Besar kita yang pengasih, turut merasakan kelemahan-kelemahan mereka.
“Mereka adalah orang-orang buangan, para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, yang dibenci bangsa-bangsa, yang sedang Kristus panggil, dan dengan cinta kasih-Nya sedang diundang untuk datang kepada-Nya. Satu kelompok orang yang Dia tidak akan pernah ditengok-Nya ialah orang-orang yang memisahkan diri mereka dalam keangkuhan diri mereka sendiri, dan memandang rendah orang-orang lain.” –The Ministry of Healing, hal. 163, 164.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah kita perlu lebih banyak lagi simpati yang seperti Kristus bagi orang-orang miskin, malang, dan yang sedang menderita?
Apakah perlu bagi kita untuk pergi menolong sesama kita, dan terjamah, sebagaimana Imam Besar Agung kita, dengan menyadai kelemahan-kelemahan mereka sendiri?
Jenis orang yang bagaimanakah yang Kristus telah panggil untuk datang pada pertobatan?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×