Kesombongan Mendatangkan Kejatuhan

3 Maret 2023

Kesombongan Mendatangkan Kejatuhan

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Amsal 16:18.

Setan jatuh karena ambisinya untuk menjadi setara dengan Allah. Dia ingin masuk ke dalam nasihat dan tujuan ilahi, yang darinya dia dikecualikan oleh ketidakmampuannya sendiri, sebagai makhluk ciptaan, untuk memahami kebijaksanaan Yang Tak Terbatas. Kecongkakan yang ambisius inilah yang menyebabkan pemberontakannya, dan dengan cara yang sama dia berusaha menyebabkan kehancuran manusia.

Dosa berasal dari sifat suka mementingkan dan mengutamakan diri sendiri. Lucifer, kerub yang menyelubungi itu, ingin menjadi yang pertama di surga. Dia berusaha menguasai makhluk-makhluk surga, menjauhkan mereka dari Pencipta mereka, dan memenangkan penghormatan mereka kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu dia telah salah dalam menggambarkan Allah, dengan menuduhkan kepada-Nya keinginan untuk meninggikan diri sendiri. Dengan sifat-sifat jahatnya sendiri ia berusaha untuk menobatkan dirinya melampaui Sang Pencipta yang pengasih.

Seandainya Lucifer memang benar-benar ingin menjadi seperti Yang Mahatinggi, maka dia tidak akan pernah meninggalkan tempatnya yang telah ditentukan di surga; karena roh Yang Mahatinggi diwujudkan dalam pelayanan yang tidak mementingkan diri sendiri. Namun, Lucifer hanya menginginkan kekuatan Allah, tetapi tidak menginginkan tabiat-Nya. Dia mencari tempat tertinggi untuk dirinya sendiri, dan setiap makhluk yang digerakkan oleh rohnya akan melakukan hal yang sama.

Kapan pun kesombongan ataupun kecongkakan dan ambisi dimanjakan, kehidupan menjadi rusak; karena kesombongan, dan merasa diri cukup, menutup hati terhadap berkat Surga yang tak terbatas.

Kesombongan hati ataupun kecongkakan ini adalah sifat tabiat yang menakutkan. “Kecongkakan mendahului kehancuran.” Hal ini berlaku dalam keluarga, gereja, dan bangsa.

Umat Allah harus saling tunduk satu sama lain. Mereka harus saling menasihati satu sama lain, dan bahwa kekurangan yang satu dipenuhi oleh kecukupan yang lain.

Tuhan membenci kesombongan hati ataupun kecongkakan ini, dan … semua orang yang sombong dan semua yang berbuat jahat akan menjadi bagai sekam, dan hari yang akan datang akan menghanguskan mereka.

“Belajarlah kepada-Ku,” kata Kristus; “karena aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Matius 11:29. –The Faith I Live By, hal. 68

 

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×