Kebenaran Kristus Bagi Orang Berdosa

21 November 2022

KEBENARAN KRISTUS BAGI ORANG BERDOSA

 

Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan (iman).” Filipi 3:9.

 

“Tuhan dari segala kehidupan dan kemuliaan telah membungkus keilahian-Nya dengan kemanusiaan untuk menunjukkan kepada kita umat manusia bahwa Allah ingin menghubungkan kita kepadaNya dengan adanya karunia Kristus. Bila tanpa perhubungan dengan Allah, tak seorangpun dapat memiliki sukacita. Orang yang jatuh dalam dosa harus mengetahui bahwa Bapa kita yang di surga tidak dapat merasa puas sampai kasihNya dapat merangkul orang berdosa yang sudah bertobat, untuk dapat diubahkan oleh jasa Domba Allah yang tidak bercacat itu.

“Pekerjaan segala makhluk surga adalah menuju kepada maksud tersebut. Di bawah pimpinan Panglimanya, mereka itu harus bekerja untuk mendapat kembali segala orang yang karena pelanggaran sudah memisahkan diri dari BapaNya yang di surga. Satu rencana sudah diadakan dengan mana karunia dan kasih Kristus yang ajaib tinggal tetap dinyatakan kepada dunia. Dalam harga yang tidak ternilai tingginya yang sudah dibayar oleh Anak Allah untuk menebus manusia, kasih Allah itu dinyatakan. Rencana yang mulia dari penebusan ini cukup luas dalam segala syarat-syaratnya untuk menebus seluruh dunia. Manusia yang jahat dan jatuh ke dalam dosa dapat disempurnakan dalam Yesus oleh keampunan dosa dan kebenaran Kristus yang dihisabkan kepadanya.” –Messages to Young People, hal. 137.

“Kebenaran dalam hati dibuktikan dengan kebenaran di luar. Seorang yang dalam hatinya benar, tidak akan berhati keras atau tidak berbelas kasihan, melainkan, dari hari ke hari dia akan bertambah-tambah menjadi serupa dengan Kristus, dan bertambah-tambah dalam kekuatannya. Seorang yang telah disucikan oleh kebenaran akan dapat menguasai dirinya, dan dia akan mengikuti jejak langkah Tuhan Yesus, sampai kasih karunia-Nya menjadi satu dengan kemuliaan. Kebenaran, oleh mana kita telah dibenarkan adalah dipertalikan; dan kebenaran oleh mana kita telah disucikan adalah diberikan. Yang pertama artinya kita berhak masuk ke dalam surga, dan kedua artinya kelayakan kita untuk surga.” –Messages to Young People, hal. 35.

 

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×