Jika Kita Tidak Maju, Maka Kita Akan Kehilangan Berkat-Berkat-Nya

7 September
JIKA KITA TIDAK MAJU, MAKA KITA AKAN KEHILANGAN BERKAT-BERKAT-NYA

“Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.” Mazmur 33:20-22.

Tuhanlah yang memulai pekerjaan itu, dan Dia akan menyelesaikan pekerjaan-Nya, membuat manusia sempurna di dalam Yesus Kristus. Tetapi tidak boleh ada pengabaian kasih karunia yang dilambangkan dengan hujan awal itu. Hanya orang-orang yang hidup sesuai dengan terang yang mereka miliki saja yang akan menerima terang yang lebih besar. Kecuali kita setiap hari maju dalam teladan kebajikan-kebajikan Kristen yang aktif, maka kita tidak akan mengenali pernyataan Roh Kudus dalam hujan akhir. Itu mungkin jatuh di hati jiwa-jiwa di sekitar kita, tetapi kita tidak akan melihat atau menerimanya.
Dalam pengalaman kita, kita tidak boleh membuang bantuan yang kita terima untuk memulai pekerjaan kita. Berkat-berkat yang diterima di bawah hujan awal sangat penting bagi kita sampai akhir. Namun ini saja tidak akan cukup. Sementara kita menghargai berkat hujan awal, sebaliknya kita tidak boleh melupakan fakta bahwa tanpa hujan akhir, yang berperan mengisi bulir-bulir dan mematangkan biji-bijian, maka panenan tidak akan siap untuk sabit, dan jerih payah penabur akan sia-sia. Rahmat ilahi diperlukan di awal, dan di setiap langkah maju kita, dan hanya kasih karunia ilahi saja yang dapat menyelesaikan pekerjaan itu. Tidak ada tempat bagi kita untuk beristirahat dalam sikap ceroboh. Kita tidak boleh pernah melupakan peringatan Kristus untuk, “Berjaga-jagalah dalam doa,” “Berjaga-jagalah, … dan berdoalah senantiasa.” Hubungan setiap saat dengan hak pilihan ilahi adalah penting untuk kemajuan kita. Kita mungkin telah memiliki beberapa bagian dari Roh Allah, tetapi dengan doa dan iman kita harus terus-menerus mencari lebih banyak lagi karunia Roh itu. Jangan berhenti. Jika kita tidak maju, jika kita tidak menempatkan diri kita dalam sikap untuk menerima hujan awal dan hujan akhir, maka kita akan kehilangan jiwa kita, dan tanggung jawab akan berada di depan pintu kita sendiri. – Testimonies to Ministers and Gospel Workers, hal. 507.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Sudahkah saya membuka hati agar Roh Kudus mulai bekerja di dalam diri saya?
Apakah saya mengerti bahwa jika saya tidak menerima berkat-berkat hujan awal, maka saya juga akan kehilangan berkat-berkat hujan akhir?
Apakah saya menyadari pentingnya peran doa dalam pertumbuhan rohani ini?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×