Jangan Pecahkan Cermin Itu

22 Maret 2022

JANGAN PECAHKAN CERMIN ITU

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” 1 Yohanes 3:4.

“Hukum menuntut ketaatan yang sempurna. ‘Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.’ (Yakobus 2:10). Tidak satu pun dari sepuluh perintah itu dapat dilanggar tanpa adanya ketidaksetiaan kepada Allah di surga. Penyimpangan terkecil dari persyaratannya, baik karena kelalaian ataupun pelanggaran yang disengaja, adalah dosa, dan setiap dosa menghadapkan orang berdosa kepada murka Allah. Ketaatan adalah satu-satunya syarat bagi Israel kuno untuk menerima pemenuhan janji-janji yang menjadikan mereka umat Allah yang sangat disukai; demikian juga kepatuhan pada hukum itu akan membawa berkat besar bagi individu dan bangsa manusia sekarang sebagaimana yang telah diberikan kepada orang Ibrani. …
” ‘Justru karena hukum orang mengenal dosa’ (Roma 3:20); karena ‘dosa ialah pelanggaran akan hukum Allah’ (1 Yohanes 3:4). Melalui hukum itulah manusia diinsafkan akan dosa; dan mereka harus merasa diri mereka berdosa, dan menyadari bahwa mereka akan terancamkan murka Allah, sebelum mereka menyadari kebutuhan mereka akan Juruselamat. Setan terus bekerja untuk mengurangi penilaian manusia tentang jahatnya sifat dosa yang menyedihkan. Dan orang-orang yang menginjak-injak hukum Allah di bawah kaki mereka sedang melakukan pekerjaan penipu besar; karena mereka menolak satu-satunya aturan yang dengannya mereka dapat mendefinisikan dosa, dan mengesankannya drngan benar di hati nurani si pelanggar.
“Hukum Allah menjangkau sampai ke motif-motif hati yang tersembunyi, yang, meskipun mungkin diketahui berdosa, sering diabaikan begitu saja, tetapi pada kenyataannya merupakan dasar dan ujian tabiat. Hukum ini adalah cermin di mana orang berdosa harus melihat jika dia mau memiliki pengetahuan yang benar tentang tabiat moralnya. Dan ketika dia melihat dirinya dikutuk oleh standar kebenaran yang besar itu, langkah selanjutnya adalah bertobat dari dosa-dosanya, dan mencari pengampunan melalui Kristus. Gagal melakukan ini, banyak yang mencoba memecahkan cermin yang mengungkapkan cacat mereka, berusaha membatalkan hukum yang menunjukkan cacat dalam hidup dan tabiat mereka.” –Selected Messages, buku 1, hal. 218, 219.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×