Jangan Menunggu Disuruh

JANGAN MENUNGGU DISURUH

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” Yakobus 1:27.

“Bangunlah, saudara dan saudari. Jangan takut berbuat baik. “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9). Jangan menunggu disuruh melaksanakan kewajibanmu. Buka matamu dan lihat siapa saja yang ada di sekitarmu; buatlah dirimu mengenal orang-orang yang tidak berdaya, menderita, dan membutuhkan. Jangan sembunyikan dirimu dari mereka, dan berusahalah untuk tidak menutup kebutuhan mereka. Siapakah yang memberi bukti yang disebutkan dalam kitab Yakobus, yang dikatakan memiliki agama yang murni, serta tidak ternoda dengan sifat mementingkan diri dan yang menjaga dirinya dari kecemaran? Siapa yang bersemangat mengerahkan segala daya mereka untuk turut serta dalam rencana besar keselamatan jiwa?” –The Adventist Home, hal. 451.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Bagaimana kita dapat mengerti kewajiban kita?
Siapakah ia yang menunjukkan bukti, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Yakobus, yang memiliki ibadah yang murni (agama yang murni), yang tidak tercemari oleh sifat mementingkan diri dan kecemaran?
Siapakah ia yang bersemangat mengerahkan segala daya mereka untuk turut serta dalam rencana besar keselamatan jiwa?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×