Jagalah Perkataan-mu

18 April 2022

JAGALAH PERKATAAN-MU

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Efesus 4:29.

“Dalam upaya untuk mengoreksi atau mereformasi orang lain, kita harus berhati-hati dengan kata-kata kita. Kata-kata kita itu akan menjadi aroma kehidupan yang membawa kehidupan atau aroma kematian bagi kematian. Dalam memberikan teguran atau nasihat, banyak orang mempergunakan perkataan yang tajam dan keras, yakni kata-kata yang tidak disesuaikan untuk menyembuhkan jiwa yang terluka. Dengan cara-cara yang keliru ini, semangat menjadi gusar, dan sering kali orang-orang yang berbuat salah digerakkan untuk memberontak. Semua orang yang mendukung prinsip-prinsip kebenaran perlu menerima minyak kasih surgawi. Dalam segala keadaan teguran harus diucapkan dalam kasih. Maka kata-kata kita akan berubah tetapi tidak menjengkelkan. Kristus dengan Roh Kudus-Nya akan menyediakan kekuatan dan kuasa. Ini adalah pekerjaan-Nya.
“Tidak ada satu kata pun yang harus diucapkan tanpa pertimbangan. Tidak ada perkataan yang jahat, tidak ada pembicaraan yang sembrono, tidak ada teguran yang mencela atau saran yang tidak murni, yang akan lolos dari bibir orang yang mengikut Kristus. Rasul Paulus, yang menulis oleh Roh Kudus, berkata, “Janganlah ada perkataan kotor (jahat/yang merusak) keluar dari mulutmu.” Efesus 4:29. Komunikasi yang bersifaht merusak, tidak hanya berarti kata-kata yang keji. Ini juga mencakup setiap ekspresi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip suci dan agama yang murni dan tidak tercemar. Ini mencakup petunjuk-petunjuk tidak murni dan sindiran-sindiran terselubung tentang kejahatan. Kecuali langsung ditentang, kata-kata ini justru dapat mengarah pada dosa besar.
“Pada setiap keluarga, pada setiap individu Kristen, dibebankan tugas untuk menghalangi jalan melawan perkataan yang merusak. Ketika berada di tengah orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan bodoh, adalah tugas kita untuk mengubah topik pembicaraan jika memungkinkan. Dengan bantuan kasih karunia Tuhan, kita harus dengan tenang mengucapkan kata-kata atau topik yang akan mengubah percakapan menjadi saluran yang mendatangkan keuntungan.” –Christ’s Object Lessons, hal. 337.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×