HAMBA YANG MENDERITA – Bagian Kedua

Pelajaran Sekolah Sabat Tahun 2022

Semester Pertama (“Yesus dalam Nubuat dan Simbol”)

PELAJARAN – 17
Sabat, 23 April 2022

Hamba Yang Menderita
(bagian 2)

“Tidak ada hal yang lebih berharga yang Allah telah perbuat bagi manusia daripada yang telah Ia lakukan dalam memberikan Anak-Nya yang terkasih, Ia juga tidak dapat berbuat lebih sedikit dari itu yang dapat menjaminkan penebusan manusia dan memelihara martabat hukum ilahi. Demi kita, Dia telah menyerahkan segenap harta surga; karena dalam memberikan Anak-Nya, Dia telah membukakan kepada kita pintu gerbang emas surga, serta memberikan satu hadiah yang sungguh tiada terkira nilainya kepada barangsiapa yang mau menerima pengorbanan itu dan kembali kepada kesetiaan mereka kepada Tuhan. Kristus telah datang ke dunia kita dengan kasih yang seluas kehidupan kekal di dalam hati-Nya, dan telah menawarkan kepada manusia untuk menjadi pewaris segala kekayaan dan kemuliaan-Nya. Dalam tindakan ini Dia telah menyingkapkan kepada manusia tabiat Bapa-Nya, menunjukkan kepada setiap manusia bahwa Allah adalah adil, juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” –Testimonies for the Church, jilid 4, hal. 418.

MINGGU
TIDAK ADA PEMBELA BAGI YANG TAK BERSALAH ITU
1. Apakah yang ditunjukkan oleh pengadilan dan penghakiman yang Yesus telah jalani, yang sangat khas dari keadilan manusia? Melalui ketidakbersalahan-Nya, untuk siapa Dia telah menderita dan membayar hukuman dosa?

Yesaya 53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
Kisah 8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.”

“Itulah kemuliaan Injil yang didirikan di atas prinsip memulihkan citra ilahi pada umat manusia yang telah jatuh, dengan pernyataan kebajikan yang terus-menerus. Pekerjaan ini dimulai di pelataran surgawi. Di sana Allah memutuskan untuk memberikan bukti yang tidak salah lagi kepada manusia tentang kasih yang Dia miliki bagi mereka.
“…Untuk melaksanakan rencana ini sepenuhnya, maka diputuskan bahwa Kristus, Anak Tunggal Allah, yang harus menyerahkan diri-Nya sebagai korban penghapus dosa. Apakah yang bisa mengukur betapa kedalaman kasih ini? Tuhan telah membuat mustahil bagi manusia untuk mengatakan bahwa ada yang lebih banyak yang bisa diperbuat-Nya. Dengan memberikan Kristus, Dia telah memberikan segenap sumber surga, agar tidak ada yang kurang dalam rencana untuk mengangkat manusia yang telah jatuh ini. Inilah kasih—perenungan yang seharusnya senantiasa mengisi jiwa dengan rasa syukur yang tak terkatakan.” –Counsels on Health, hal. 222, 223.

SENIN
2. Meskipun penderitaan yang Yesus derita di kayu salib adalah bersama-sama dengan penjahat, apakah yang dikatakan nubuat tentang penguburan-Nya? Mengapa Dia harus melewati kematian, padahal Dia tidak melakukan kesalahan apapun dan tidak mengucapkan satu kata pun yang jahat?

Yesaya 53:9 KJV Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang kaya, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
1 Petrus 2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

“Juruselamat yang dinubuatkan harus datang, bukannya sebagai raja yang bersifat fana, untuk melepaskan bangsa Yahudi dari penindasan duniawi, tetapi sebagai seorang biasa yang tinggal di antara orang banyak, hidup miskin dan hina, dan akhimya untuk dinistakan, ditolak dan dibunuh. Juruselamat menubuatkan dalam buku Perjanjian Lama bahwa Ia harus menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai suatu korban untuk kepentingan umat manusia, dengan demikian Dia memenuhi segala tuntutan hukum yang sudah dilanggar manusia. Di dalam Dialah lambang-lambang dalam korban upacara telah digenapi, bertemu dengan yang sebenarnya, dan pada kematian-Nya di kayu salib terletaklah segala makna dari segenap peraturan ibadah orang Yahudi.” –The Acts of the Apostles, hal. 227, 228.
“Setan menyerang Dia [Kristus] dalam segala hal, namun Dia tidak berdosa, baik dalam pikiran, perkataan, ataupun perbuatan. Dia tidak melakukan kekerasan, juga tidak ada tipu muslihat di mulut-Nya. Berjalan di tengah dosa, Dia tetap kudus, tidak tercemari, dan tidak ternoda. Dia dituduh secara salah, namun Dia tidak membuka mulut-Nya untuk membenarkan diri-Nya sendiri. Berapa banyak sekarang, orang yang ketika dituduhkan melakukan kesalahan yang tidak mereka perbuat, merasa bahwa kesabaran tidak lagi menjadi kebajikan, dan malah menjadi kehilangan kesabaran, serta mengucapkan kata-kata yang mendukakan Roh Kudus?” –(Manuscript 42, 1901) Seventh-day Adventist Bible Commentary, jilid 4, hal. 1148.

SELASA
ALLAH MENGIZINKAN YESUS MENDERITA DAN MATI
3. Mengapa Allah mengizinkan Yesus melalui penderitaan dan kematian yang begitu mengerikan? Apakah yang dijelaskan oleh nubuat tentang ini?

Yesaya 53:10, bagian pertama Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, …
Yehezkiel 18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!
Kisah 2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. 23Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

“Keagungan surga tidaklah menyenangkan diri-Nya sendiri. Apapun yang Dia lakukan mengarah pada keselamatan manusia. Keegoisan dalam segala bentuknya dihardik-Nya di hadapan-Nya. Dia mengambil sifat kita agar Dia dapat menanggung derita menggantikan kita, menjadikan jiwa-Nya sebagai korban penghapus dosa. Dia dipukul Allah dan menanggung derita demi menyelamatkan manusia dari pukulan yang sebenarnya pantas manusia terima karena pelanggaran terhadap hukum Allah. Dengan terang yang bersinar dari salib, Kristus berupaya untuk menarik semua orang datang kepada-Nya. Hati manusia-Nya merindukan bangsa manusia. Tangan-Nya terbuka untuk menerimanya, dan Dia mengundang semua orang untuk datang kepada-Nya. Hidup-Nya di bumi adalah suatu perbuatan penyangkalan diri dan merendahkan diri yang terus menerus.” –Testimonies for the Church, jilid 4, hal. 418.

RABU
4. Setelah melaksanakan pengorbanan-Nya yang terbesar, apa yang akan Hamba Allah itu rasakan ketika rencana keselamatan manusia selesai?

Yesaya 53:10, bagian akhir … ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Yohanes 17:4,26 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya…. 26dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.

“Segala kehinaan dan penderitaan ini telah ditanggung untuk membawa kembali orang-orang yang sesat, yang bersalah dan yang tidak tahu berterima kasih kembali ke rumah Bapa…. Segala orang kudus yang telah ditebus akan melihat dan menghargai kasih Bapa dan Anak itu, dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan nyanyian puji-pujian akan bergema dari bibir-bibir yang baka. Ia mengasihi kita, dan telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Dengan tubuh yang telah dijadikan mulia, dan dengan kemampuan yang telah dipertambahkan, dengan hati yang telah disucikan, dan dengan bibir yang tiada bercela lagi, kita akan menyanyikan kekayaan kasih penebusan itu… Perhentian, rasa syukur kepada Allah, disanalah ketentraman bagi umat Allah, dimana Yesus akan memimpin orang-orang yang ditebus ke padang yang banyak rumputnya, ke sungai air hidup yang mengalir yang menjadikan kota Allah kita semarak. Maka doa Yesus kepada Bapa, ‘Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku,’ (Yohanes 17:24), terjawablah.” –Maranatha, hal. 318.

KAMIS
BANYAK ORANG AKAN DIBENARKAN
5. Melihat hasil yang ditimbulkan oleh penderitaan-Nya, bagaimana Yesus akan bersukacita dalam kekekalan? Berkat pengorbanan Hamba yang benar itu, berapa banyakkah yang akan dibenarkan?

Yesaya 53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
Mazmur 22:31; 110:3 Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang…. 110:3Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.
Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

“Kristus memandangi umat-Nya dalam kemurnian dan kesempurnaan mereka sebagai upah dari segala penderitaan-Nya, penghinaan-Nya, dan kasih-Nya, dan pelengkap kemuliaan-Nya— yakni kemuliaan Kristus, yang adalah pusat yang agung, yang darinya memancarkan segala kemuliaan.” –(Review and Herald, 22 Oktober 1908) Seventh-day Adventist Bible Commentary, jilid 4, hal. 1180.
“Betapa besarnya sukacita ketika semua umat tebusan Tuhan akan bertemu – berkumpul di rumah-rumah besar yang telah disiapkan untuk mereka! Oh, betapa bersukacitanya semua orang yang telah menjadi pekerja yang sungguh dan yang tidak mementingkan diri, yang telah bersama-sama dengan Tuhan dalam melaksanakan pekerjaan-Nya di bumi! Kepuasan yang luar biasa akan dimiliki setiap penuai, ketika suara merdu Yesus yang jelas terdengar, berkata, ‘Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.’ ‘Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’ (Matius 25:34, 23).” –Counsels on Stewardship, hal. 348.

JUMAT
6. Kehormatan apakah yang akan Dia terima dari Bapa-Nya untuk persembahan agung-Nya?

Yesaya 53:12, bagian pertama Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut….
Filipi 2:8,9 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

“Di pihak siapakah kita? Dunia mengusir Kristus; surga menerima Dia. Manusia, makhluk yang fana, telah menolak Pangeran kehidupan; namun Allah, Penguasa kita yang berdaulat, menerima Dia ke surga. Allah telah meninggikan Dia. Manusia memahkotai Dia dengan mahkota duri, Tuhan telah memahkotai Dia dengan mahkota keagungan kerajaan. Kita semua harus berpikir jernih… kematian Kristus adalah harapan dan hidup yang kekal bagi semua orang yang menerima-Nya dan percaya kepada-Nya.” –(Letter 31, 1898) Seventh-day Adventist Bible Commentary, jilid 5, hal. 1107.
“Orang-orang yang berjalan seperti Kristus berjalan, yakni yang sabar, ramah, baik hati, lemah lembut dan rendah hati, yang memikul kuk bersama Kristus dan mengangkat beban-Nya, yang merindukan jiwa-jiwa seperti yang Ia rindukan – mereka akan masuk ke dalam sukacita Tuhan mereka. Mereka akan melihat bersama Kristus penderitaan jiwa-Nya, dan dipuaskan. Surga akan menang, karena kekosongan yang dibuat di surga oleh kejatuhan Setan dan para malaikatnya akan diisi oleh orang-orang tebusan Tuhan.” –The Desire of Ages, hal. 254.

SABAT
MEMOHON UNTUK ORANG-ORANG BERDOSA
7. Dosa dan kesalahan apakah yang ditanggung Juruselamat di kayu salib? Setelah pengorbanan-Nya yang besar, untuk siapa Dia terus memohon?

Yesaya 53:12, bagian akhir … dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Roma 4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

“Kristus mempersembahkan tubuh-Nya yang hancur untuk membeli kembali warisan Allah…. Dengan hidup-Nya yang tak bernoda, ketaatan-Nya, dan kematian-Nya di salib Kalvari, Kristus bersyafaat bagi umat yang terhilang. Dan sekarang, bukan sebagai pemohon belaka, melainkan sebagai Penakluk yang mengklaim kemenangan-Nya, Panglima keselamatan kita itu masih bersyafaat bagi kita. Persembahan-Nya telah lengkap, dan sebagai Pengantara kita, Dia menunaikan pekerjaan yang ditetapkan-Nya sendiri, dengan memegang pedupaan di hadapan Allah yang berisi jasa-jasa-Nya yang tak bernoda, dengan doa, pengakuan, dan ucapan syukur umat-Nya. Diharumkan dengan keharuman kebenaran-Nya, pedupaan ini naik kepada Tuhan sebagai bau harum yang semerbak. Persembahan itu sepenuhnya dapat diterima, dan pengampunanpun mencakup segala pelanggaran.” –Christ’s Object Lessons, hal. 156.

UNTUK PELAJARAN TAMBAHAN
“Pada permulaan pelayanan umum-Nya, Dia telah menampilkan diri-Nya dalam tabiat yang Dia pertahankan kepada manusia di seluruh pekerjaan perantaraan-Nya. Dia menyamakan diri-Nya dengan orang-orang berdosa sebagai pengganti mereka, menanggungkan dosa mereka ke atas diri-Nya, menghitungkan diri-Nya dengan para pelanggar, dan melakukan pekerjaan yang harus dilakukan orang berdosa dalam pertobatan, iman, dan ketaatan yang rela. Sungguh mulia teladan yang diberikan di sini dalam kehidupan Kristus untuk ditiru oleh orang-orang berdosa! Jika mereka tidak mengikuti teladan yang diberikan kepada mereka ini, mereka tidak akan mendapat pengampunan. –Lift Him Up, hal. 79.
“Oh, betapa besarnya agungnya rahasia Ketuhanan – Tuhan dinyatakan dalam rupa manusia! Misteri ini meningkat ketika kita mencoba untuk memahaminya. Ini tidak terpahami, namun manusia akan membiarkan hal-hal duniawi menghalangi pandangan samar yang mungkin dimiliki manusia tentang Yesus dan kasih-Nya yang tak tertandingi…. Bagaimana kita bisa lebih tertarik pada hal-hal duniawi, hal-hal biasa, dan tidak tergerak dengan gambaran ini – yakni salib Kalvari, dan kasih yang dinyatakan dalam kematian Anak Allah yang terkasih…?” –Maranatha, hal. 318.

 

Selamat hari Sabat

Tuhan memberkati

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×