Dosa Kelihatan dalam Terang yang Sama Sebagaimana Allah Memandangnya

DOSA KELIHATAN DALAM TERANG YANG SAMA SEBAGAIMANA ALLAH MEMANDANGNYA

“Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” 1 Yohanes 1:7

“Dalam manusia terdapatlah pembawaan untuk menghormati diri sendiri lebih tinggi daripada saudaranya, bekerja bagi diri sendiri, mencari tempat tertinggi; dan sering hal ini mengakibatkan sifat sangka-sangka jahat dan roh kepahitan. Upacara (pembasuhan kaki) yang mendahului perjamuan Tuhan dimaksudkan untuk melenyapkan salah pengertian ini, yakni mengeluarkan manusia dari sifat mementingkan diri, dan menurunkannya dari sifat meninggikan diri, kepada kerendahan hati yang akan menuntun dia untuk melayani saudaranya.
“Pengawas yang suci dari surga hadir pada peristiwa ini untuk menjadikannya sebagai salah satu momentum penyelidikan jiwa, keyakinan akan dosa, serta jaminan pengampunan dosa. Kristus dalam kepenuhan kasih karunia-Nya hadir di tempat itu untuk mengubahkan aliran pikiran yang telah mengalir dalam saluran mementingkan diri. Roh Kudus menghidupkan kepekaan pada mereka yang mengikuti teladan Tuhannya. Bila kerendahan hati Juruselamat bagi kita diingat, pikiran pun dihubungkan dengan pikiran; rantai kenangan diingat kembali, yakni kenangan tentang kebaikan Allah yang besar dan tentang pertolongan dan kelemahlembutan sahabat-sahabat di dunia. Berkat-berkat yang dilupakan, kemurahan yang pernah salah digunakan, kebaikan yang pernah diremehkan, diingat kembali. Akar-akar kepahitan yang sudah mendesak tanaman kasih yang berharga akan dinyatakan. Cacat tabiat, sifat melalaikan kewajiban, sifat tidak berterima kasih kepada Allah, sikap dingin terhadap saudara-saudara kita, diingat kembali. Dosa kelihatan dalam terang yang sama sebagaimana Allah memandangnya. Pikiran kita bukannya merasa puas akan diri sendiri, melainkan merasa perlunya mengadakan penyelidikan diri yang seksama dan perlunya kerendahan hati. Pikiran digiatkan untuk merubuhkan setiap penghalang yang telah menyebabkan kerenggangan. Sifat berpikir jahat dan berkata jahat disingkirkan. Dosa-dosa diakui dan diampuni. Kasih karunia Kristus yang menaklukkan datang ke dalam jiwa, dan kasih Kristus menarik hati untuk bersekutu bersama-sama dalam suatu persatuan yang diberkati.” –The Desire of Ages, hal. 650.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah makna mendalam dan hasil dari Perjamuan Kudus?
Apakah artinya dosa kelihatan dalam terang yang sama sebagaimana Alllah memandangnya?
Apakah tanda-tanda perubahan dalam kerohanian kita?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×