Apakah Kita Memiliki Roh Belas Kasihan?

APAKAH KITA MEMILIKI ROH BELAS KASIHAN?

“Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,” 1 Petrus 3:8

“Dia yang tidak memaafkan atuapun mengampuni berarti sedang memotong saluran belas kasihan dari Tuhan bagi dirinya sendiri. Kita tidak boleh berpikir bahwa bila mereka yang telah melukai kita tidak mengakui kesalahan mereka, maka kita dibenarkan dalam menahan pengampunan kita dari mereka. Tidak diragukan lagi itu memang bagian mereka, untuk merendahkan hati mereka dengan pertobatan dan pengakuan dosa; tetapi kita harus memiliki roh belas kasihan terhadap mereka yang telah bersalah kepada kita, baik bila mereka mengakui kesalahan mereka maupun bila mereka tidak mengakuinya. Betapapun pedihnya mereka telah melukai kita, kita tidak boleh menyukai keluhan-keluhan kita dan bersimpati dengan diri kita sendiri atas luka-luka kita; melainkan, karena kita berharap diampuni atas pelanggaran kita terhadap Tuhan, maka kita harus mengampuni siapapun yang telah berbuat jahat kepada kita….
“Bilamana kita hendak datang kepada Allah, maka inilah syarat yang harus kita penuhi terlebih dahulu, bahwa, jika kita hendak menerima belas kasihan-Nya, maka kita pun harus rela menyatakan kasih karunia-Nya itu kepada orang-orang lain.” –God’s Amazing Grace, hal. 328.
“Jika kita datang untuk memohonkan belas kasihan dan berkat dari Tuhan, maka kita harus memiliki roh kasih dan pengampunan di dalam hati kita sendiri. Bagaimana kita dapat berdoa, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami,” namun masih memanjakan roh yang tidak mengampuni? Matius 6:12. Jika kita menghendaki agar doa-doa pribadi kita di dengar-Nya, maka kita harus mengampuni orang lain dengan cara yang sama sebagaimana kita berharap untuk dapat diampuni juga.” – Steps to Christ, hal. 97.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah kita memiliki roh belas kasihan bagi orang-orang yang telah bersalah terhadap kita, baik bila mereka mengakui kesalahan mereka maupun tidak?
Apakah kita mengampuni semua orang yang telah berbuat jahat kepada kita, sebagaimana kita mengerti tentang sifat alamiah kita sendiri yang jahat, dimana kita pun sedang berharap untuk diampuni dari segala pelanggaran kita kepada Tuhan?
Apa seharusnya doa kita bagi orang-orang yang melukai kita?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×