Apa Sajakah yang Termasuk pada Langkah-Langkah Pengudusan

APA SAJAKAH YANG TERMASUK PADA LANGKAH-LANGKAH PENGUDUSAN?

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2.

“Pekerjaan pengudusan ini hanya dapat dicapai melalui iman dalam Kristus, oleh kuasa Roh Allah yang tinggal di dalam hati. Rasul Paulus menasihati orang-orang percaya, ‘Hai Saudara-saudara, … tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.’ ‘Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.’ (Filipi 2:12, 13). Orang-orang Kristen akan merasakan dorongan-dorongan atau desakan-desakan dosa, tetapi ia akan selalu berperang melawannya. Di sinilah pertolongan Kristus diperlukan. Kelemahan manusia bergabung dengan kekuatan ilahi, dan iman pun berseru, ‘Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus.’ (1 Korintus 15:57).
“Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa pekerjaan pengudusan itu bersifat progresif, yakni terus maju. Ketika pada pertobatan seorang berdosa memperoleh perdamaian dengan Allah melalui darah pendamaian itu, maka pada waktu itu kehidupan Kristennya baru dimulai. Kemudian, ia harus ‘beralih kepada perkembangannya yang penuh (meraih kesempurnaan).’ (Ibrani 6:1); bertumbuh ke ‘tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.’ (Efesus 4:13). Rasul Paulus berkata, ‘Tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.’ (Filipi 3:13,14). Dan Rasul Petrus menetapkan tangga-tangga di hadapan kita, dengan mana pengudusan Alkitab itu harus kita raih: ‘Dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang… Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.’ (2 Petrus 1:5-10).”
“Orang-orang yang mengalami pengudusan dengan cara Alkitab akan menunjukkan roh kerendahan hati. Seperti Musa, mereka telah memandang pada kebesaran kekudusan yang menakjubkan, dan melihat betapa ketidaklayakan mereka tidak dapat dibandingkan dengan kemurnian dan kesempurnaan yang luhur dari Dia Yang Kekal itu.” –The Great Controversy, hal. 469, 470.

Pertanyaan-pertanyaan untuk direnungkan:
Apa sajakah yang termasuk pada langkah-langkah pengudusan?
Apakah kita menyadari bahwa kita harus meraih kesempurnaan?
Apakah kita melihat ketidaklayakan kita yang kontras dengan kemurnian dan kesempurnaan yang luhur dari Dia yang Kekal itu?

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×