Ajarkan Pelajaran Tentang Pengendalian Diri Sejak Dini

12 September 2022

AJARKAN PELAJARAN TENTANG PENGENDALIAN DIRI SEJAK DINI

Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. Amsal 4:3, 4.

“Hanya sedikit orang tua yang memulai cukup dini untuk mengajar anak-anak mereka untuk taat. Anak-anak biasanya dibiarkan selama dua atau tiga tahun awal, oleh orang tuanya, yang tidak mau mendisiplinkannya, menganggapnya terlalu muda untuk belajar taat. Tetapi pada masa awal inilah diri tumbuh kuat dalam diri si kecil, dan semakin hari semakin sulit tugas orang tua untuk dapat memperoleh kendali atas mereka. Pada usia yang sangat dini, anak-anak dapat memahami apa yang disampaikan dengan lugas dan sederhana, dan dengan pengelolaan yang baik dan bijaksana dapat diajarkan untuk patuh. Mereka seharusnya tidak pernah diizinkan untuk menunjukkan rasa tidak hormat kepada orang tua mereka. Keinginan yang mementingkan diri sendiri tidak boleh dibiarkan tanpa ditegur. Kesejahteraan anak di masa depan membutuhkan disiplin yang baik, penuh kasih, tetapi tegas. …

“Orang tua yang benar-benar mengasihi Kristus akan memberikan kesaksian akan hal ini dalam kasih mereka kepada anak-anak mereka yang tidak akan memanjakan, tetapi akan bekerja dengan bijaksana untuk kebaikan tertinggi mereka. Mereka akan mengerahkan segenap energi dan kemampuan mereka yang disucikan untuk pekerjaan menyelamatkan anak-anak mereka. Gantinya memperlakukan mereka sebagai mainan, mereka akan menganggapnya sebagai milik Kristus, dan akan mengajar mereka bahwa mereka harus menjadi anak-anak Allah. Gantinya membiarkan mereka menuruti sifat jahat dan keinginan egois diri sendiri, mereka akan mengajari mereka pelajaran tentang pengendalian diri. Dan anak-anak akan lebih bahagia, dan jauh lebih bahagia, di bawah disiplin yang tepat daripada jika dibiarkan berbuat seperti yang disarankan oleh dorongan hati mereka yang tidak terkendali. Kasih karunia sejati seorang anak terdiri dari kerendahan hati dan kepatuhan—dalam telinga yang penuh perhatian untuk mendengar kata-kata arahan, dalam kaki dan tangan yang rela untuk berjalan dan bekerja di jalan kewajiban dan tanggung jawab.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 111, 113.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×