Renungan Harian

NUBUAT JURUSELAMAT SEDANG DIGENAPI DI DEPAN MATA KITA

“Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Pengkhotbah 1: 9
“Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan.” Matius 24:6-8.
“Nubuatan-nubuatan yang diberikan oleh AKU INILAH yang besar dalam Firman-Nya, menyambung mata rantai demi mata rantai dalam rangkaian peristiwa, sejak dari zaman yang kekal dahulu sampai kepada zaman yang kekal di masa yang akan datang, memberitahukan di mana kita sekarang berada dalam zaman yang sedang berlangsung ini dan apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Semua yang nubuatan ramalkan akan terjadi, sampai pada masa kini, telah ditelusuri dalam halaman-halaman sejarah, dan kita boleh memastikan bahwa semua yang belum terjadi akan digenapi pada waktunya.
“Sekarang tanda-tanda zaman menyatakan bahwa kita sedang berdiri di ambang pintu peristiwa-peristiwa yang besar dan khidmat. Segala sesuatu yang ada di dunia kita sedang dalam pergolakan. Nubuat Juruselamat mengenai peristiwa-peristiwa yang mendahului kedatangan-Nya sedang digenapi di depan mata kita: ‘Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. . . . Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.’ Matius 24:6, 7.” –Prophets and Kings, hal. 536.

Pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah kita memahami hubungan yang ada dalam mata rantai peristiwa-peristiwa sejak zaman kekekalan dahulu kala, hingga zaman kekekalan di masa mendatang?
Apakah kita mengerti dengan jelasnya tiap urutan peristiwa-peristiwa yang akan datang di masa kita hidup sekarang ini, dan apakah kita siap menghadapinya?
Tabiat seperti apakah yang kita perlukan agar kita dapat menghadapi peperangan yang terakhir?

Bila memiliki pertanyaan, jangan tunda lagi, silahkah tanyakan dalam kolom komentar di bawah ini.

Leave a Reply

  Subscribe To Newsletter
SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Keep up to date with the latest news, articles and weekly Sabbath School Lessons. In order to subscribe please provide us with your contact details bellow.

Note: We hate spam emails and we will never share your details with anyone else.

×